Benarkah Indonesia Butuh Presiden Militer?

ilustrasi

Oleh : Jumrana Sukisman

Stigma bahwa presiden sebaiknya dari militer karena lebih kuat, gagah, perkasa  masih terpatri kuat dalam benak sebagian masyarakat.

Saya pernah berbincang dgn seorang teman soal ini jauh sebelum pilpres, pada tahun 2017. Waktu itu, perdebatan di media sosial sdh memanas, hoaks, fitnah, dan provokasi semakin sengit.

Teman saya yang memulai, dengan mengatakan, 'Seandainya presidennya seorang jenderal, tdk akan ada yang berani melakukan provokasi di media sosial, apalagi menghina presiden.

Saya manyun, 'Oh ya? Dan menurutmu apa yg akan dilakukan oleh presiden yg ada dlm bayanganmu? Membungkam para penghina, penyebar hoaks, provokator, dan tukang fitnah? Bagaimana caranya? Dgn menghilangkan nyawa mereka? Dengan menculik?

'yaaa.... Nggak... Sih..' jawabnya putus2. 'hanya saja ancaman penjara tdk membuat mrk takut. Saya ingin presiden tegas'

'Presiden menjadi serba salah, beliau tdk melakukan apa2 akan dibilangi lemah, kalo beliau represif dituduh otoriter'

'Mungkin kalo presidennya dari tentara, mereka tidak berani seperti sekarang ini?' kata temanku tdk yakin.

'Loh.. menurutmu siapa yg ribut di medsos itu? Yg memprovokasi di rumah-rumah ibadah? Yang mendelegitimasi semua capaian pemerintah? Yang mengadu domba dan selalu menyebar hoaks?' tanyaku

Temenku Diam

"Presiden tdk harus dr militer, presiden sipil juga bisa tegas. Hanya Jokowi yang berani membakar kapal pencuri ikan dr negara lain, dan hanya Jokowi yg berani menghukum mati pengedar narkoba'

'Jaman SBY' lanjutku... 'kita dimaki Singapura dan Malaysia Krn dianggap tak becus mengurusi kebakaran hutan, sehingga asapnya mengganggu negara tetangga. 
Jaman itu juga, Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan lepas dr Indonesia, menjadi milik Malaysia, kita tdk kuasa menjaga kedaulatan negara.
Jaman SBY, Pulau Ambalat terus diganggu Malaysia, pekerja yg membangun Mercusuar selalu diteror. Ketika Jokowi menjadi presiden, ia memerintahkan kapal perang utk patroli di sana dan menghalau kapal tentara Diraja Malaysia. 

Konflik di Laut Cina Selatan antara Negara2 ASEAN dan Cina yg sdh lama terjadi melibatkan Indonesia. Cina mengklaim Pulau Natuna dan perairan di sekitarnya sbg wilayah ZEE mereka. Dengan diplomasi dan show of force yg dilakukan Indonesia, Cina akhirnya mengakui Pulau Natuna dan perairan di sekitarnya sebagai milik Indonesia, bahkan wilayah tersebut diganti namanya menjadi Laut Natuna Utara sesuai dgn permintaan Indonesia.
Kamu tau nggak yg dilakukan Presiden Jokowi?' tanyaku

'Kagak, apa emang?'

'Beliau memerintahkan latihan perang di Perairan Natuna pd saat sengketa masih berlangsung. Dan setelahnya, beliau sholat di atas geladak kapal perang. Itu semacam sinyal, kode keras bahwa Indonesia tidak main-main 

See... Tdk perlu seorag militer menjadi presiden utk membuat negara ini kuat dan disegani. Cukup seorag pengusaha mebel yang berani, tegas, ulet, dan tulus mencintai negeri ini.

Percayalah suara yg menggelegar dan goyang jaipongan tak bisa menjamin kualitas kepemimpinan seseorang, apalagi jika hobinya lempar hempong dan gebrak meja.

Oke toh? 
Oke mi saja

Sumber : Status Facebook Jumrana Sukisman

Friday, March 29, 2019 - 16:30
Kategori Rubrik: