Benarkah Haram Ucapkan Selamat Hari Ibu?

Ilustrasi

Oleh : Budi Setiawan

Transkrip ceramah Somad soal Hari Ibu. Hari ini 22 Desember adalah Hari Ibu. Mother's Day. Setiap tahun dirayakan di Indonesia dan luar negeri.

Lanjut Somad : Saya tak ingat hari ini hari emak. Orang yang merayakan Hari Ibu,Man tasyabbaha bi qaumin. sama dengan mengikuti tradisi kapir maka kapirlah dia. Hari ini dibawakannya bunga, dibelikannya makanan buat emaknya.Habis itu baru dia ingat lagi tahun depan.

Kalau sayang sama ibu bukan begitu caranya. Jaga dia. Rawat Dia. Orang Barat tidak perlu mengajari kita berbakti pada Ibu. Orang Barat begitulah. Caranya berbakti kepada emaknya setahun sekali. Saya bangga dengan preman, tegap,bertatto: I love emak dia.

Apanya orang Barat ni. Kasih bunga nangis-nangis abis itu lupa. Orang Barat itu lebih sayang dengan pacarnya dari emaknya. Orang Islam tidak.

Apa memberikan hadiah diperbolehkan ?

 

Kasih hadiah jangan hari ini. Setiap hari kita kasih hadiah sama emak. Pulang dari mana-mana belikan pakaian. Pulang dari luar kota belikan makanan.

Ustad ada kasih hadiah hari ini? Tidak ada. Ada saya kasih hadiah sama emak hari ini? Setiap hari saya kasih. Jangan ikut-ikut orang kapir.

Apakah boleh mengucapkan selamat hari ibu?

Tidak. Ulama mengharamkan mengikuti tradisi kapir. Ini orang kapir punya cerita. Tidak usah mereka mengajari kita berbakti pada orang tua.

=====/

Penyesatan yang dilakukan Somad dan gerombolan ustad-ustadan lainnya banyak terjadi di masyarakat.Mereka yang haus siraman rohani dan ingin dekat dengan Tuhannya justru dibelokkan oleh ajaran-ajaran yang membuat mereka lebih bodoh dan akhirnya mereka mabok agama.

Lewat ceramah dobol kopar kapir mereka, Islam yang damai dan welas asih diubah wajahnya menjadi menyeramkan.

Sumber : Status Facebook Budi Setiawan

Saturday, December 23, 2017 - 22:30
Kategori Rubrik: