Benarkah Felix Siaw Paling Faham Turki Utsmani di Indonesia?

Ilustrasi

Oleh : Ivan Setiawan

Sampai sekarang aku masih tercekat dengan pernyataan Ustadz Felix Siauw yang "paling paham Ustmani se-Indonesia." Aku gak nuduh dia takabur karena nanti aku dianggap menghina ulama atau memusuhi Islam, seperti biasanyalah.

Kalau dalam konteks ilmu sosial-sejarah, monggo-monggo saja diklaim seperti itu, karena toh (sekali lagi) ini free country, bebas, no usa no englan. Dan lagipula ada banyak banget temenku dari jurusan sejarah yang -kalau mau- bisa setiap hari mengklaim paling ahli soal sejarah apapun karena mereka memang belajar di bidang itu.

Tapi jika klaim itu sifatnya lebih ke arah fiqh, hukum, sejarah, atau berbagai ruang dalam khasanah keislaman atau "keustmanian," maka aku rasa klaim Felix itu sembrono dan lucu.

Apakah Felix pernah dengar kiai-kiai khos atau sepuh NU yang sudah belajar agama dari sejak balita, yang tumbuh besar di lingkungan pesantren, yang berasal dari keluarga santri dan kiai, yang hidupnya jauh dari urusan follower FB, yang sudah berkelana ke pelosok-pelosok menemui jutaan umat dan mendidik ratusan juta orang dari masa ke masa, yang hidupnya sangat zuhud dan selesai dengan dunia? Pernah dengar?

Bagaimana mungkin beliau-beliau ini kalah ilmunya soal Ustmani dibanding Felix? Ini cuma Ustmani lho, bukan soal konsep Manunggaling Kawulo lan Gusti atau "Tuhan Pun Berpuasa."

"Ketinggian kalau bawa-bawa ulama khos, cuk, ketinggian...," sentil jin tafir di sebelahku.

Tapi sori juga cuk, omong kosong itu bener-bener nggak masuk di otakku. Aku salut dengan wawasan Felix dan semangat keagamaannya, tapi janganlah bikin klaim konyol semacam itu yang bikin cebong yang gagal move on sepertiku ini harus spend 3-5 M (minutes) buat nulis ginian.

Salam,

Sumber : Status Facebook Ivan Setiawan

Friday, December 8, 2017 - 15:15
Kategori Rubrik: