Benarkah Dosen dan Guru PNS Tidur-tiduran Saja Tetap Digaji

ilustrasi

Oleh : Johan Wahyudi

"Ini fakta loh banyak dosen dan guru honorer di masa pandemi COVID-19 justru tidak digaji. Kalaupun ada yang digaji tetapi jumlahnya minim. Sebab, semua anggaran dipotong. *Yang enak kan dosen dan guru PNS. Tidur-tiduran saja tetap digaji,",* kata Indra kepada JPNN.com, Kamis (30/4)

*Indra: Enak Dosen dan Guru PNS, Tidur-tiduran Tetap DIGAJI,
https://www.jpnn.com/…/indra-enak-dosen-dan-guru-pns-tidur-…

....

Pagi-pagi dapat informasi yang bikin kepala puyeng. Mikirin persiapan Penilaian Akhir Tahun atau PAT, eh tiba-tiba ada berita nylekit. Bikin sakit banget saya sebagai guru PNS.
.
Tega-teganya ada ucapan "Yang enak kan dosen dan guru PNS. Tidur-tiduran saja tetap digaji" dari narasumber Mas Indra Charismiadji. Seakan tak percaya dengan berita itu, langsung saya hubungi yang bersangkutan. Jawabannya justru bikin leher tercekat.
.
Mas Indra bilang, itu bukan ucapan, tetapi menolak bikin klarifikasi. Alasannya, katanya, "Apanya yang diklarifikasi Pak. Menurut saya konteks kalimatnya tdk berubah, hanya lebih dramatisir. Wajarlah namanya juga wartawan."
.
Mas Indra bukan guru, bukan pula dosen. Itu yang saya tahu. Saya pernah duduk satu meja saat ada acara di Karanganyar Solo beberapa tahun lalu. Karena itu, awalnya saya nggak percaya itu adalah omongannya.
.
Jika bukan guru dan dosen tapi berani berbicara tentang kegiatan dosen dan guru, itu mirip penonton bola yang tidak ikut bermain bola. Emang mudah tugas dosen dan guru saat terjadi pandemi COVID-19?

Saat ini, dosen dan guru jatuh bangun menyelesaikan tugas yang belum rampung akibat ada kebijakan social distancing. Pembelajaran tidak boleh dilakukan dengan tatap muka, tapi lewat online. Ini adalah pengalaman yang benar-benar baru bagi kami, khususnya guru.
.
Kami memang kadang menggunakan media online untuk pemberian tugas kepada para siswa, bukan belajar mengajar. Bayangkan saja, betapa bingungnya kami yang harus bikin persiapan materi sekaligus media online itu.
.
Sinyal susah. Hape sederhana. Sekolah pinggiran. Anak-anak belum punya smartphone. Tak punya uang untuk beli kuota. Bahkan ada anak yang belum bisa menggunakan hape. Apakah Mas Indra pernah memikirkan ini?
.
Ini belum termasuk susahnya menjelaskan materi secara online. Anak-anak sangat sulit dikendalikan. Dimana, sedang apa, dan bersama siapa jelas sulit dikontrol guru. Satu materi dijelaskan, ada anak yang bermain game di lokasinya, siapa yang tahu? Begitu pelajaran selesai, ternyata hanya beberapa anak yang aktif. Apakah Mas Indra pernah memikirkan ini?
.
Anda membantah bahwa itu bukan ucapan Anda, tapi Anda menolak bikin klarifikasi. Mengapa Anda membiarkan orang yang memelintir ucapan Anda jika memang Anda tidak melakukannya? Sungguh ucapan itu sangat menyakiti saya sebagai guru PNS. Dan saya yakin pula, rekan-rekan saya yang dosen dan guru juga sangat sakit hatinya.
.
Mohon bimbingan kepada Prof Suyanto Mas Suyanto, Prof Sutrisna Wibawa, Prof Suhardi Uny, Pak Wardi, Mas Nurhadi Fbs Uny, Mas Guntur Cy, Mbak Mulyati Rahman, Mas Dudung Nurullah Koswara dan teman-teman guru dimana pun berada. Terima kasih

Sumber : Status Facebook Johan Wahyudi

Monday, May 4, 2020 - 08:45
Kategori Rubrik: