Benarkah Ada Makna Pertemuan Prabowo - Jokowi

ilustrasi

Oleh : Sahat Siagian

Seperti biasa, mahluk sok tahu langsung nulis analisis tentang pertemuan MRT kemarin. Ada yang jaraknya 5 jam dari waktu pertemuan, ada bahkan yang cuma berselang 2 jam.

Gila, kajian apa yang bisa dihasilkan dalam tempo sesingkat itu? Kalau pun bisa, data sebanyak apa yang bisa dikumpulkan?

Koplaknya lagi, ada tulisan yang menafsir simbol-simbol Jawa di dinding latar duduk Jokowi-Prabowo. Sok tahu, lebay, udik, ndesit, parhuta-huta. Gunungan itu sudah ada di sana sejak tahun lalu, Bambang.

Kalau mau nulis tentang pertemuan mereka, kenapa sih gak ngambil dari obrolan warung kopi, atau obrolan sambil main krambol, merekam apa yang sungguh hidup di tengah masyarakat atas pertemuan MRT?

Kenapa harus sok tahu jadi analis kampiun? Bingung gua.

Untuk jadi analis beneran, bacaan kalian harus banyak. Ada dari kalian yang sudah baca--jangankan 5,000--1,000 buku di sepanjang hidup? Belum? Kok sok nulis analisis?

Jangan tiru para seleb medsos itu. Tulisan mereka sejak 5 tahun lalu tak berkembang. Yang ditulis itu-itu mulu, dengan sudut pandang itulagi-itulagi, cuma ditambah bumbu ngehek di sini-sana.

Nulis tentang bagaimana Masiroh bereaksi terhadap makan satay Prabowo bareng Jokowi itu seru lho. Jangan-jangan malah Anda bakal meraup ribuan likes darinya.

Atau, mending Anda nulis tentang masalah kedokteran tapi dengan data dan kajian yang cukup. Gak sanggup? Kenapa gak nulis tentang bayi Anda saja? Itu pun menarik.

Saya sendiri kepingin menulis perasaan pendukung Prabowo atas pertemuan kemarin. Tapi saya harus wawancarai mereka dulu, gak ngasal, gak nebak-nebak. Posisi saya sedang jauh dari Indonesia. Mungkin baru bisa dilakukan akhir pekan depan.

Tulislah apa yang Anda tahu selengkap-lengkapnya, bukan yang Anda sok tahu senyablak-nyablaknya.

Sumber : Status Facebook Sahat Siagian

Sunday, July 14, 2019 - 18:00
Kategori Rubrik: