Benang Merah Paling Merah

ilustrasi

Oleh : Abdul Munib

Bodoh tapi mau memimpin di depan. Itu Iblis. Ibadahnya yang sekitar enam ribu tahun, tak membuatnya terlatih taat. Itu karena ia salah menata niat : ibadah untuk ria dan kesombongan.

Mana mungkin Tuhan hilaf. Ia mengangkat khalifah berikut Adam pasti bukan salah pilih. Iblis yang menunggu-nunggu khalifah berikut akan jatuh padanya setelah penantian ibadah ribuan tahun, merasa pede. Khalifah pasti Tuhan jatuhkan padanya, karen ia telah lama kuat ibadah. Ia bermasalah dengan dirinya.

Iblis lupa Tuhan maha tahu yang tampak dan yang tersembunyi di dalam hati. Egonya tak ikut terkikis oleh sujud demi sujud dalam ibadahnya. Sujudnya tak melelehkan egonya, justru tambah kenceng. Ia merasa paling bisa dan diatas orang lain. Ia tak makrifat, bahwa baju kesombongan itu hanya boleh milik Tuhan saja. Tak makrifat bahwa ilmu makhluk hanya sedikit dan karya ibadahnya pun tak layak di khadirat Tuhan.

Pembangkangannya terhadap perintah adalah bukti ia tak taat. Bukti ia ego, ria dan sombong dengan karya penghambaannya yang lama. Ia benar-benar tak tahu bahwa hakikat peribadatan seluruhnya tak layak disisi Tuhan.
Ridha dan makbul ada dalam kuasa dan kehendak Tuhan.

Iblis tak ngaji hikmat, bawa hakikat makhluk adalah kebergantungan mutlak pada Khaliq. Yang simpuh keluh butuhnya pada Tuhan penuh seluruh. Tak ada yang bisa kita klaim sedikitpun dari hasil ibadah kita di hadapanNya.

Dan ia memilih tetap dalam kesombongannya dengan menaruh permusuhan pada manusia.
Ia merasa telah bisa menggoda Adam memakan buah terlarang, tapi begitulah makar Tuhan. Tanpa makan buah pun Adam memang akan diturunkan ke dunia, mana Iblis tahu itu.

Trump bersorak telah bisa membunuh Qasem Soleimani, tapi justru di situlah letak makar Tuhan. Kepala Qasem yang terpisah dari badannya. Dua tangannya terlempar jauh terkena rudal. Dan tubuhnya yang cuil-cuil tercabik, itu semua yang akan mempersatukan muslimin seluruh dunia. Kecuali muslim akon-akon yang selama ini dibiayai Amerika. Syiah-Sunny yang selama empat belas abad ini berjalan terpisah kini mencapai kesadaran bersama, bahwa musuh akan memotong leher muslim tanpa tanya dulu Syiah atau Sunny.

Kembali ke tabiat Iblis, kesingnya ahli ibadah ribuan tahun namun hakikatnya ia makar kepada Penciptanya. Dia pikir dia itu siapa-siapa, hendak makar pada Tuhannya. Dan soal makar Tuhan tak ada yang kalahkan.

Jangan sombong dengan jutaan media yang dimiliki Barat dan Zionis yang dapat mlintir kebenaran. Saat kebenaran datang kebatilan nyungsep. Karena kebatilan sesunghuhnya tak memiliki eksistensi. Iblis dan korbannya yakni para mustakbirin, akan ditinggal hina tak berarti. Dalam nestapa abadi.

Santri Kalong : Bong, ngeri sekali.
Bung Cebong : Itu lagi

Angkringan Filsafat Pancasila

Sumber : Status Facebook Abdul Munib

Wednesday, January 15, 2020 - 10:45
Kategori Rubrik: