Belum Mendapat Hidayah

ilustrasi

Oleh : Sumanto Al Qurtuby

Jika ada orang belum membaca syahadat sebagai tanda masuk Islam dianggap "belum mendapat hidayah".

Sudah masuk Islam pun tapi kebetulan rambutnya belum ditutup, bagi perempuan, dianggap "belum mendapat hidayah".

Sudah ditutup pun itu rambut tapi hanya karena nutupnya pakai kerudung, bukan hijab, juga dianggap "belum mendapat hidayah".

Sudah ditutup pakai hijab pun karena belum memakai "hijab syar'i" juga dianggap "belum mendapat hidayah".

Sudah menjadi Muslim tapi kebetulan bukan pengikut "Islam Sunni" (misalnya Syiah, Ahmadiyah dan lainnya) juga dianggap "belum mendapat hidayah."

Sudah menjadi Muslim Sunni pun karena kebetulan bukan pengikut "Islam Sunni Salafi" juga dianggap "belum mendapat hidayah".

Sudah menjadi Muslim tapi kebetulan berpandangan progresif, liberal, sekuler juga dianggap "belum mendapat hidayah".

Sudah menjadi Muslim tapi kebetulan menjadi anggota ormas yang bukan "ormas Salafi" juga dianggap "belum mendapat hidayah".

Sudah menjadi Muslim tapi kebetulan pro-Ahok atau Pak Jokowi juga dianggap "belum mendapat hidayah".

Sudah menjadi Muslim tapi kebetulan menjadi simpatisan bukan "Partai Tuhan" juga dianggap "belum mendapat hidayah".

Sudah menjadi Muslim tapi kebetulan penampakannya tidak seperti jamaah jenggot lele itu juga dianggap "belum mendapat hidayah".

Jadi sebetulnya hidayah itu ada dimana sih? Kok susah banget nyarinya? Apa si doi kelelep kebanjiran di Jakartah yah?

Sumber : Status Facebook Sumanto Al Qurtuby

Saturday, February 29, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: