Belum Ada Obatnya Koq Sembuh?

ilustrasi

Oleh : Alim

Beberapa teman japri saya menanyakan, kalau Covid belum ada obatya, kok ada data pasien sembuh? Jadi sembuhnya karena apa, bukan karena obat donk? Atau sembuh sendiri seperti flu? Beberapa juga bertanya, kriteria sembuh itu yang seperti apa?

Secara sederhana, sembuh itu berarti sudah terbebas dari virus dan tidak lagi menunjukkan gejala/tanda sakit. Bebas dari virus ditunjukkan dari PCR negatif sementara bebas gejala/tanda berarti tidak ada lagi gangguan fungsi tubuh.

Apakah bisa seorang pasien yang sudah tidak aktif virusnya tapi masih sakit? Bisa. Ada pasien yang virusnya sudah hilang atau sudah tidak viabel tapi respon imun tubuh pasien masih mengamuk hebat, misalnya badai cytocain, yang dengan amukannya itu justru merusak sel2 organ tubuh.. menyebabkan gagal multi organ. Padahal virusnya sudah tidak viabel.

Sebaliknya, bisakah ada virusnya tapi tidak tampak gejala sakitnya? Bisa, misalnya pada masa inkubasi pre-symptom, atau pada pasien dengan sistem imun yang sudah mengalahkan virus sebelum muncul gejala. Ini yang sering disebut sebagai Orang Tanpa Gejala.
Jadi, sekali lagi, sembuh itu sudah hilang virusnya dan sudah tidak ada gejala/tanda sakitnya. Sederhananya begitu.

Soal obat yang belum ditemukan.
Yang dimaksud belum ditemukan obatnya itu artinya belum ditemukan antivirus spesifik covid-19, tapi bukan berarti tidak ada pengobatan yang bisa dilakukan.

Yang diberikan pada pasien selama ini, misalnya adalah antivirus yang sudah ada untuk menghambat reproduksi virus, misalnya favipiravir dan remdesivir. Kemudian antibiotik untuk mencegah dan mengobati infeksi bakterial sekunder, juga terapi nutrisi, terapi oksigen sampai ventilator, juga terapi plasma konvalesen. Masih ada beberapa obat/penanganan yang dilakukan berdasar komplikasi yang terjadi pada masing-masing pasien, misalnya terapi imun dan pengencer darah, tidak semua pasien digebyah uyah pakai pengobatan yang sama. Kita ingat, pasien covid ini berspektrum lebar, dari yang tanpa gejala, gejala ringan, sedang sampai berat/kompleks sekali.

Pengobatan terus berkembang dari waktu ke waktu. Ada obat yang terus terungkap berefek baik pada pasien, misalnya mempercepat perbaikan kondisi.
Dengan usaha dan metode yang terus berkembang ini, maka usaha untuk menekan kematian makin baik.

Contoh serupa misalnya pada demam berdarah. Meski antivirus spesifiknya masih terus dalam pengembangan, tapi dengan modal penanganan lain angka kematian demam berdarah sudah bisa ditekan hingga Nol koma, dibandingkan dulu pertama muncul mencapai 30%.

Keberhasilan pengobatan sehingga menekan angka kematian ini yang juga kita terus kembangkan dan tunggu, sampai angka kematian sekecil mungkin sehingga wabah ini tidak lagi terlalu menakutkan.

Sumber : Status Facebook Alim

Tuesday, June 2, 2020 - 09:00
Kategori Rubrik: