Belajarlah Menghargai Perbedaan

Oleh:  Erizeli Jely Bandaro

Ada inbox datang kesaya ( setiap hari rata rata saya terima inbox lebih dari 100 ,jadi mohon maaf kalau ada imbox lambat di balas karena tidak selalu saya buka ).

"Bapak muslim ?katanya

" Ya. "

" Mengapa bapak terkesan membela Komunis? Mengapa bapak membela Ahok? Bapak harus ngaji lagi. Saya kawatir bapak masuk neraka. Ingat komunis itu anti Tuhan, Ahok itu kafir dan tidak santun. Paham!"

" Sejahat apa sih Ahok yang kamu benci itu? Sebiadab apa sih Ahok yang kamu maki itu? Sekufur apa sih komunis yang kamu tuduh anti Tuhan itu ? Apa dia sejahat Abu Lahab yang menyiksa Sahabat Rasulullah? Apa dia sebiadab Abu Jahal yang mengubur anaknya hidup-hidup? Untuk itu pun Rasul masih mendoakan mereka agar mendapat hidayah. Apakah komnis itu sekufur Firaun yang mengakui dirinya Tuhan? Itupun Allah menyuruh dua Nabinya , Musa dan Harun untuk berbicara pada Firaun dengan lemah lembut.

Sekarang, saya tanya, apa kamu lebih baik dari Nabi Muhammad sehingga merasa lebih pantas mencaci orang lain?Apa kamu lebih mulia dari Nabi Muhammad, sehingga dengan mudahnya melaknat orang lain?. Apakah kamu lebih taat dari Nabi Muhammad sehingga dengan mudahnya menuduh orang lain sesat?. Kalau orang yang kamu benci, kamu laknat dan kamu sesatkan tidak selevel dengan Firaun, Abu Lahab atau Abu Jahal, dan kamu sendiri tidak sebaik, setaat dan semulia Nabi Muhammad, maka jagalah perbuatan dan perkataanmu, hargailah orang lain, hargailah perbedaan.

Karena tidak semua jari itu sama panjang, maka wajar kalau dalam hidup ada perbedaan, perbedaan pasti ada, kalau kita punya 1000 kesamaan, kenapa harus mempermasalahkan 1, atau 10 ataupun 100 perbedaan? pahamkan sayang..."

"Ah bapak bisa aja ngeles.."

" Ngeles itu apa ?

"Kelakuan kecebong."

" Ya sayang..." ** (ak)

Sumber tulisan : facebook

Sumber foto :selasar.com

 

Sunday, March 27, 2016 - 20:15
Kategori Rubrik: