Belajar VS Berdebat

ilustrasi

Oleh . Ahmad Sarwat, Lc.,MA

Ustad kenapa tidak bikin group di WA, kan kita mau belajar banyak.

Saya jawab tidak bikin group di WA. Bukan apa-apa, saya tidak suka berdebat di group. KAlau mau belajar agama, beli saja buku saya, atau baca saja di web rumahfiqih.com atau download buku pdf yang free.

Kenapa tidak bikin group kajian WA?

Karena saya tidak ingin ada perdebatan dari kalangan orang yang masih belajar agama. Nanti sesama anggota group malah saling perang sendiri.

Atau materi yang saya broadcast malah dijadikan amunisi untuk berdebat dengan lawan-lawan di alam maya.

Bukan apa-apa, belajar agama itu bukan untuk modal berdebat, saling menyalahkan, saling ribut dan merasa paling benar. Belajar ya belajar saja, jangan tengok kanan kiri.

Malah kalau nasehat saya, sebaiknya justru keluar saja dari ikutan di berbagai group kalau isinya hanya melulu perdebatan yang tidak ada gunanya itu.

Orang yang kuliah kedokteran beneran di UI, tidak perlu ikut group perdebatan yang isinya orang-orang tidak jelas. Toh, tiap hari dia kuliah, baca buku kedokteran di perpustakan, ketemu dosen, diskusi dan praktek di lab. Belajar kedoktran itu di kampus, bukan di group perdebatan.

Begitu juga belajar agama, kalau mau dapat ilmunya ya ngaji yang bener, bukan belajar lewat group perdebatan yang tidak jelas ngomong sama siapa.

Ngapain sih hidup hanya diisi dengan perdebatan dengan orang-orang anonim. Gak selesai-selesai urusannya. Dan keluar saja, berhenti. Biar hidup itu nyaman dan indah.

Sumber : Status facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Sunday, March 22, 2020 - 12:15
Kategori Rubrik: