Belajar Toleransi

ilustrasi

Oleh : Sari Musdar

Tulisan atau isu tentang ini jadi susah menanggapinya buat saya yang memutuskan memakai hijab bukan karena paksaan, tekanan sosial apalagi ikut2an karena fashion style.

Saya sekolah dari SD, SMP, SMA di sekolah katolik, saya open minded untuk belajar agama lain, bisa dibilang saya lebih senang pada hal spiritual dari relijius.

Teman2 dan keluarga besar sangat beragam suku, bangsa dan agama, justru yang Muslim tidak banyak, dan teman2 saya yang non Muslim welcome.

Kemarin saya ikut acara Almamater saya, SMA katolik dan tidak ada ada junior2 siswi2 yang melihat saya aneh satu2nya alumni yang berhijab di situ.

Saat saya berfoto berdua dengan suster (rohaniawan ordo Carolus Boromeus) kepala sekolah, teman2 alumni yang kebanyakan kakak kelas, berseloroh "Wah dua hijaber berfoto".

Entahlah saya ngga pernah usil dengan gaya berpakaian orang, juga ngga pernah merasa diri saya lebih suci karena hijab.

Saya juga sudah memutuskan ngga mau ambil pusing dengan omongan orang dengan pilihan fashion saya. Ada sebagian ukhti yang memutuskan berhijab syari terkadang memandang rendah yang berhijab modis. Sementara yang tidak berhijab terkadang mengira saya tidak open minded.

Saya tidak mau orang menilai saya karena pakaian saya dan saya tidak ingin melakukan hal yang sama ke orang lain.

Mungkin ada baiknya, kita saling menjaga keberagaman budaya di indonesia, menghargai pilihan fashion, dan tidak merasa lebih baik dari yang lain karena pilihan fashion

Kemarin saya lihat dua pihak yang tidak saling ingin memaklumi, akhirnya time line dipenuhi orang2 yang balik menghujat TS.

Bisakah kita akhiri ini? 
Yang mencintai negeri ini dengan keberagamannya tetap mencintai budayanya? 
Yang memilih bercadar juga tidak mengeluarkan meme yang menyindir2 perempuan yang tidak berhijab apalagi disamakan dengan permen ? 
Toh jaman sekarang hijab lebih kepada fashion style, karena ada perempuan berhijab tapi terkena kasus ?

Saya sebenarnya sedih melihat ini, karena kita capek meributkan hal2 yang ngga penting, bukan membahas ide besar untuk negara.

Bisakah kita dama dan fokus membangun negeri ini 

Sumber : Status Facebook Sari Musdar

Wednesday, September 4, 2019 - 11:30
Kategori Rubrik: