Belajar Logika dari Korona

ilustrasi

Oleh : Abdul Munib

Bangsa kita masih miskin definisi. Sangat kurang dalam metode tata kelola isi kepala. Kemarin di Jakarta rubut debat antara naturalisasi dan normalisasi sedangkan kena banjir rakyat matipasti. Sekarang ribut definisi Lockdown dan Sosial Distancing. Orang atas yang melempar istilah rakyat ribut di Medsos. Padahal hanya soal gradasi saja, intinya hindari kontak di orang banyak. Lockdown itu yang dosis tinggi, Sosial Distance itu dosis rendah. Soal beda dosis saja.

Sebelum ke dua metode penanganan tadi seharusnya ada pemahaan dan sosialisasi dulu. Virus itu binatang apa ? Tabiat atau wataknya bagaimana. Seberapa bahaya yang dapat ditimbulkannya. Cara kita menghindarinya bagaimana. Memeriksakan diri atau scrining di otorita. Cara kita bertahan saat terinfeksi (Covid-19) bagaimana. Cara mengalahkan atau sembuh dari infeksi virus itu. Gerakan sosial jaga jarak yang perlu diambil oleh otorita. Memeriksa seluruh penduduk, memastikan berapa terinfeksi berapa tidak. Program isolasi dan penyembuhan oleh otorita penanggulangan terinfeksi (Covid-19). Mengunci penularan virus dengan SOP sosial. Kedepan Negara perlu membangun kawasan aman wabah atau ketahanan perang biologis. Kira-kira demikian urutannya dan jangan tabolak-balik.

Pace Yaklep : Virus ini ada secara alami atau dimodif oleh virolog di laboratorium, kita belum tahu. Sehingga penyebarannya juga kita belum tahu, apakah penyebaran alami atau ada rekayasa penyebaran. Kita perlu waspada, tapi takut jangan. Dari kecil kau bejalan, ini waktu kau tinggal dirumah dulu. Sesekali boleh keluar tapi ikuti ketentuan petugas kesehatan. Jangan melawan. Korona tak pandang bulu, bagai mana dia mau pandang mata saja dia tidak punya. Bahkan tubuh pun tak punya, melainkan pakai protein tertentu di tubuh kita.

Santri Kalong : Pace oooo, kau mantap sekali.
Kita masing-masing dititipi raga ini oleh Tuhan supaya jaga baik. Kita punya raga bukan kita punya, tapi Tuhan punya dititp pada kita. Jadi jaga baik titipan itu jangan sampai korona bunuh. Jumlah korona lebih banyak dan cepat menyebar dibanding swanggi bunuh. Daerah edar Swanggi hanya di pantai utara kita, di pegunungan wilayah Kukuruwo. Sedangkan korona seluruh dunya.

Dul Kampret : Virus itu tidak sama dengan bakteri. Bakteri punya badan sendiri. Virus mengambil salah satu protein dalam tubuh kita untuk jadi badan maddah (materi). Wataknya hidup di tenggorokan dan paru-paru. Tujuan hidupnya mereplikasi diri alias menetas banyak-banyak. Usia hidupnya 14 hari. Kalau dalam 14 hari tidak menetas banyak ia akan hilang sendiri karena kalah dari imun tubuh kita. Watak lainnya ia butuh kelembaban atau hidup di cairan tubuh kita. Akan jadi sangat bahaya kalau sudah menginfeksi paru-paru. Itu ko akan demam tarabae. Makanya cegah jang tertular, tingal tenang di rumah. Stop klakuan jarum super.

Wan Bodrek : Pemerintahan demokrasi barat, rakyat tidak terbiasa taat. Wuhan bisa selesai baik karena rakyat dengar-dengaran. Kalau baku melawan kasih masuk karung, bawa diisolasi. Iran juga sembuh banyak, sekitar 12 ribu sembuh. Karena rakyat mulai sadar. Kini Amerika halen semua dia tertinggi terinfeksi sudah 85 ribu. Cina ke dua, Italia ketiga, Spanyol keempat, Jerman kelima, Iran turun ke enam. Indonesia masih berangkat, grafik naik terus. Ini semua untuk kita terus sama-sama fahami agar kita sekeluarga bisa jaga diri.

Bung Cebong : Kawan Dul ko sekarang luar biasa. Bisa ikuti terus perkembangan Si Mahkota alias korona. Ada yang bilang senjata makan tuan. Amerika dan negara Barat sekarang terinfeksi terbanyak. Jika ada tangan jahat yang menyuruh virolog memodif virus ini, siapapun dia, pihaknya telah gagal. Barat menjadi sarang gila-gilaan bagi virus ini.

Wan Bodrex : Kini benar-benar Pers Barat tukang tipu. Mereka yang dalam tiga bulan lalu mengolok Wuhan dan Iran sekarang senjata makan tuan.
Demokrasi barat hanya melahirkan rakyat yang tidak taat. Makanya kita perlu mengupgrade demokrasi kita. Yang ala Indonesia. Sehingga punya daya tahan saat ada serangan wabah seperti ini. Di Amerika saat wabah ini menggila, toko senjata laris manis. Wuhan dan Iran bisa mengatasi wabah modalnya adalah rakyat yang dengar-dengaran pemerintah.

Angkringan Filsafat Pancasila

Sumber : Status Facebook Abdul Munib

Tuesday, March 31, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: