Belajar Islam Inklusif Dari Rasul Muhammad

Ilustrasi

Oleh : Mohammad Monib

Rasulullah itu utusan Tuhan yang terbuka, welcome dengan kebhinekaan & menghargai kebebasan beragama. Sunnah ini jarang kita simak. Hampir2 punah ditimbun ekslusifisme, konservatisme & ekstremisme.

Dokumen terbaik sunnah kebhinekaan itu ada pada Piagam Madinah. Lewat kontrak sosial-agama-politik ini Rasul menjahit kebhinekaan warga kota dalam komitmen kebersamaan & persatuan kemanusiaan. Hak & kewajiban kaum Yahudi, Pagan sama rata dengan umat Islam. Sinagog & masjid sama2 rumah ibadah. Biaya ketertiban, keamanan kota & pertahanan kota ditanggung bersama.

Rasul Muhammad menghargai syariat Yahudi. "Ya, Muhammad putuskan perkara kami!", pinta kaum itu suatu waktu. "Baik, saya akan putuskan sengketa kalian sebagaimana Taurat menghukum", ujarnya.

Terhadap kaum Nasrani, bagi saya tak ada yang lebih dari sikap welcome Rasul saat berangkulan mesra terhadap 60 pendeta di masjid Madinah. Bukan hanya berangkulan, Rasul mengujinkan mereka beribadah dalam masjid. Selama mereka stay in di Madinah. 3 hari lho!

Ada ubi ada talas. Ada budi ada balas. Rasul pernah katarsis psikologi kepada Waraqah bin Naufal. Satu2nya pendeta yang tinggak di sekitar Ka'bah abad ke-6. Hijrah pertama umat Islam ke Yaman disambut mesra oleh Nequs, Raja Kristiani.

Kisah2 di atas menarik. Bahkan bila ada perkara hukum, Sunnah Rasul mengabarkan bila ada perkara yang muncul dalam komunitas non muslim, beliau kembalikan ke kitab suci mereka. "Lakum dinukum wa liyadin", qanun agamamu bagimu, qanun agamaku bagi diriku. Tak ada persekusi & pemaksaan regulasi & syariat bagi penganut agama yang berbeda.

Bagaimana sikap Rasul terhadap keberadaan agama lain?Apa beliau bersikap inklusif, terbuka & terbaca welcome agama non Islam sebagai jalan keselamatan?Lalu bagaimana tafsir ayat "innaddina indallahi al islam" itu?Atau ayat siapa2 yang beragama selain Islam bakal tertolak & bakal rugi besar kelak di akhirat?

Wallahu a'lam. Hanya saja al-Qur'an berkisah adanya polemik saling meniadakan antara Yahudi & Nasrani (al-Baqarah). Yahudi & Nasrani keras saling klaim sebagai satu-satunya salvation. Saling kaveling surga & berebut klaim pemegang kunci surga.

Dalam sebuah riwayat Rasul Muhammad eskplisit bersabda: "Jalan ketuhanan itu sebanyak nafas makhluk Tuhan", saya lupa teks Hadisnya. Tentu saya baca Hadis2 eksklusif, sektarian & klaim Islam sebagai the only one road keselamatan & pemegang kunci surga.

Saya sendiri- berbasis ujaran suci Rasul di atas-meyakini Yahudi, Nasrani, Hindu, Buddha, Khong Hucu, Zoroaster, agama lokal dan semua entitas yang disebut al din & religion adalah sajadah cinta menuju Tuhan yang Esa. Semua itu jalan suci untuk menyembah, menyeru, memuji & memuliakan Sang Esa. Dia Sang Esa itu boleh disebut Allah, Tuhan, Elohim, El, Tuhan, Godha, Ahura Mazda, God dll. Sebutan & panggilan sebanyak bahasa budaya yang Tuhan sendiri ciptakan lewat lisan hamba-Nya. Dia sendiri yang mencipta, kok dia menolak & akan mengadzabnya?! Subhanallah.

Sumber : Status Facebook Mohammad Monib

Wednesday, June 13, 2018 - 20:30
Kategori Rubrik: