Belajar Dari Yang Gagal

Oleh : Erizeli Jely Bandaro

Ketika saya terpuruk secara ekonomi dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Saya mendatangi sahabat yang juga mengalami kegagalan dalam bisnis dan sedang berproses untuk bangkit. Kami berbicara banyak. Dari teman itu saya dapat pelajaran yang luar biasa bahwa ketika kita gagal sebetulnya Tuhan sedang berdialogh kepada kita. Itu merupakan jawaban atas doa kita. Apa dialogh nya ? kita melakukan banyak kesalahan yang membuat kita lemah. Ketika kita lemah maka dengan mudah di mangsa oleh predator. Jadi itu cara Tuhan menyampaikan pesan cinta agar kita berubah karena waktu. Jangan pernah berprasangka buruk dengan nasip apalagi menyalahkan Tuhan tidak adil. Jangan pernah berputus asa dengan pertolongan Tuhan. Lalui sajalah hidup dan pastikan belajar dari kesalahan yang ada. 
 

Apa kelemahan kita itu ? kita kadang lupa bahwa hidup harus rendah hati. Bukan merendahkan diri tapi menjadi kuat apa adanya. Tidak perlu aksesoris kata kata atau penampilan agar orang menaruh hormat tapi cukuplah menjadi diri kita sendiri yang lebih mengutamakan Tuhan, dengan menjaga diri kita selalu ikhlas.Tidak sombong dengan apa yang kita punya. Tidak berkeluh kesah dengan kegagalan kita atau menyalahkan orang lain. Mengapa ? keluh kesah itu salah satu ciri sifat sombong ditengah kegagalan dan kemiskinan. Dampaknya kita terjebak dengan berpikir sempit dan menutup diri kita terhadap hal hal yang ada di luar kita. Padahal salah satu kelemahan kita adalah tidak bisa membuka diri dan belajar dari kesuksesan orang lain. Jadi berhentilah berdoa dengan keluh kesah tapi mohon kepada Tuhan agar kita selalu kuat ditengah hantaman , merasa lapang ditengah sempit, merasa dekat ditengah rezeki menjauh. Akan selalu ada harapan selagi kita bertekad untuk berubah. Rezeki dibentangkan Allah seluas langit dan tidak ada satupun yang ada di bumi yang tidak di jamin rezekinya asalkan mau mengikuti sunatullah.Apalagi kelemahan kita ? Kita kadang lupa bahwa hidup harus penuh cinta. Bukan mengobral cinta tapi menanamkan empati kepada siapapun dan menempatkan rasa hormat kepada siapapun. Dari itu kitasedang membangun jembatan terbukanya rezeki untuk mendapatkan modal cinta bila kelak kita habis. Bukan tidak mungkin salah satu dari mereka menjadi pembuka jalan kita meraih cahaya ditengah gelap. Seorang teman dari Korea mengenal seorang di dunia maya di Amerika. Persahabatan terbangun walau kadang banyak sikap orang amerika itu tidak dia suka namun dia berusaha mengerti. Suatu saat ketika dia berniat membangun kawasan kota di Busan, ketika semua pintu tertutup, sahabatnya didunia maya itu datang ke Seoul memberikan bantuan venture fund melalui networknya. Dia sukses...Hidup penuh cinta akan membuat anda selalu aman dan nyaman, selalu ada harapan ditengah keterpurukan karena akan selalu ada yang peduli.

Apalagi kelemahan kita ? Kita kadang lupa bahwa hidup adalah proses perjuangan melewati sunatullah. Tidak ada yang too good to be true. Semua orang harus berani melewati ketidak pastian,terluka, kadang terjatuh. Agar manusia menjadi lebih baik karena waktu. Kebanyakan kita selalu ingin gampangan dan takut mengambil resiko..Hidup selalu ingin aman. Kerjapun ingin yang gampangan. Kelola bisnis juga ingin yang gampangan. Kalau nyaman sebagai broker kenapa harus produksi. Kalau bisa dagang kenapa harus buat pabrik. Padahal ketika kita merasa aman maka saat itulah kita tidak aman. Kita memilih cara hidp dan kita sendiri yang akan menanggungnya...
 
Apalagi kelemahan kita ?Kurang sabar. Kita ingin semua serba tergesa gesa. Kalau buat proposal ingin segera ada orang yang peduli meng aktualkan mimpi kita,  padahal tidak mungkin deal tercipta tanpa ada cinta. Dan cinta itu butuh proses sampai orang percaya dan siap menghadang resiko bersama sama. Kita abaikan proses membangun cinta itu. Kita kurang sabar merebut hati orang untuk percaya kita dan jatuh cinta. Maunya ketemu langsung tembak.ya engga mungkinlah...
 
Apalagi kelemahan kita ? terlalu mencintai diri kita sendiri.Apapun yang kita miliki hanyalah cara kita mengungkapkan cinta kita pada diri kita sendiri, lupa bahwa Tuhan lah satu satunya yang berhak di cintai. Umumnya 90% kegagalan manusia dan akhirnya terpuruk tiada ujung sampai akhirnya yang sesat adalah karena terlalu mencintai dirinya sendiri. 
 
Jadi bila gagal diusia muda, atau terpuruk sementara badan masih sehat, maka bersyukurlah karena itu persan cinta dari Tuhan agar kita berubah sesuai yang Tuhan mau..** (ak)
 
Sumber : Facebook Erizeli Jely Bandaro
Thursday, June 9, 2016 - 08:30
Kategori Rubrik: