Belajar Dari Sejarah Melawan Lupa

Ilustrasi

Oleh : Herry Purwanto

1. Dulu ketika Jokowi didukung PKS di pilkada Solo tidak terdengar isu PKI maupun isu SARA, tapi waktu Pilpres disaat Jokowi tidak bersama gerbong mereka, bertebaran isu PKI, berbagai isu SARA, hujatan bahkan fitnahan menyerang Jokowi sampai saat ini. 

2. Dulu Jokowi & Ahok didukung Gerindra saat Pilgub DKI, juga tidak terdengar isu PKI maupun isu SARA waktu itu, .Tapi keadaan menjadi lain saat pilpres maupun pilgub DKI, dimana Jokowi maupun Ahok tidak bersama gerbong mereka. Bertebaran serangan berbau SARA pda mereka. 

3. Dulu saat pilpres Anies berseberangan dengan kubu PKS dan Gerindra , Anies mendapat fitnahan sbg tokoh liberal, dll. Tapi saat pilgub DKI kemarin Anies yang bersama gerbong mereka, dipuji2 sebagai sosok pemimpin muslim yang jadi harapan umat

4. Dulu saat kasus Papa minta Saham, PKS dan Gerindra lantang menyerang Sudirman Said dengan berbagai tudingan2 kotor, tapi saat ini dia diusung oleh mereka di pilgub Jateng. 

5. Kini peluru pun mereka arahkan untuk menghantam ke pasangan Dedi Mizwar dan Ridwan kamil, isu SARA kembali mereka mainkan untuk menyerang kedua pasangan calon tersebut gara2 mereka berdua sekarang sudah tidak bersama gerbong PKS dan Gerindra lagi. 

6. Yang terupdate di pilkada Jatim, mereka mencoba memecah belah warga NU dengan menarik mbak Yenny di pusaran permainan mereka. Tapi mbak Yenny adalah putri Gus Dur, bukan anak kemarin sore yang akan mudah tergoda oleh iming2 permen lolipop.

Parpol mempunyai kewajiban mencerdaskan politik masyarakat. Tapi mereka membodohi masyarakat dengan mempertontonkan politik menebar kebencian. 
MASIH PERCAYA MEREKA MEMPERJUANGKAN ISLAM?

Sumber : Postingan Herry Purwanto pada Group FB Sahabat Gus Dur

Friday, January 12, 2018 - 13:15
Kategori Rubrik: