Belajar Dari PKI

ilustrasi

Oleh : Ainur Rofiq Al Amin

1. Dahulu ada anasir garis keras yang rerata "BERBAJU ANTI KETUHANAN" marajalela. Mereka mampu memasuki lini-lini kekuatan dan kekuasaan.Tahun 1951 underbow PKI, SOBSI melakukan demo di perusahaan strategis baik industri maupun perkebunan. Akhirnya mereka banyak masuk dalam perusahaan strategis negara.

Tidak hanya perusahaan, tentara juga dimasuki. Semisal di Jawa Timur Batalyon 513 di Blitar, Batalyon 511 dan Batalyon 512 di Malang juga disusupi PKI. Demikian pula di Yogyakarta Batalyon Kentungan didominasi unsur PKI. Pun tak ketinggalan, divisi Diponegoro di Semarang didominasi PKI. Masih ada angkatan lain yang juga disusupi PKI dll.

Kata Soebandrio bahwa PKI adalah partai besar yang punya ambisi politik. Beberapa tokohnya ada di kabinet, juga di ABRI. Saat itu PKI legal, maka wajar bisa masuk institusi negara. Saat pemilu, di Banyuwangi PKI menang, sehingga bisa mendudukkan kadernya Suwarno Kanapi sebagai bupati. Di Blitar kader PKI Sumarsono juga menjadi bupati.

Pertanyaannya, adakah saat ini kelompok anasir garis keras yang justeru "BERBAJU KETUHANAN" masuk dalam relung-relung institusi negara dan perusahaan negara?

2. Memusuhi NU, kiai dan santri. Di Jawa Timur PKI benci dengan para kiai. Mereka menelorkan slogan "Pondok bobrok, langgar bubar, santri mati." Tidak hanya benci, tapi mereka melakukan penggarongan tanah. PKI menyerobot tanah milik Rais Syuriyah PCNU Kediri, underbow PKI: BTI dan Gerwani juga menduduki tanah milik Muslimat NU Surabaya.

PKI juga melakukan pembantaian. Di Jawa Timur PKI mengundang para kiai dan ratusan santri ke suatu acara, ternyata dibawa ke lubang pembantaian. Dan masih banyak cerita lain sejenis. Namun pada akhirnya para kiai dan santri harus bertindak, terjadilah peristiwa pembalasan oleh para kiai dan santri yang tak terbayangkan.

Sekalipun kiai dan santri NU harus membela diri dari serangan PKI. Tapi kiai masih tetap menolong warga Muhammadiyah di Grogol Kediri dan warga PNI di Pagu Kediri yang tanahnya hendak diserobot PKI. Gus Maksum adalah salah satu kiai yang mengirim santri untuk menghadapi PKI yang hendak menyerobot tanah milik warga Muhammadiyah.

Pertanyaannya, saat ini adakah individu atau kelompok yang membenci kiai dan santri. Kalau ada, apakah mereka mau MENIRU LELAKON PKI? Pertanyaan lain, kalau dulu tanah milik warga NU diserobot PKI, saat ini masjid milik warga NU apakah ada yang menyerobot? 
****

Sumber data
- Buku karya KH. Abdul Mun'im DZ, Benturan NU-PKI
- Buku karya Drs. Choirul Anam, KH. Abdul Wahab Chasbullah, Hidup dan Perjuangannya."
- Buku Tim Penyusun Jawa Pos, "Lubang-Lubang Pembantaian: Petualangan PKI di Madiun".

Sumber : Status Facebook Ainur Rofiq Al Amin

Saturday, August 10, 2019 - 13:15
Kategori Rubrik: