Belajar Dari Marawi, ISIS Berada Didepan Beranda Kita

Sederhananya, sebelum invasi kota, ISIS sendiri sudah berkembang di dalam melalui sel tidur, para penyusup penghianat yang membuka gerbang penyerangan.

Karenanya, baik Filipina dan terutama pemerintah Indonesia tidak bisa memandang ISIS sebagai ekstrimis gerilya ala FARC Kolombia, karena jelas sangat berbeda.

ISIS adalah ekstrimis milenial, menggunakan strategi penaklukan brutal, dengan teknik penyusupan sel tidur, serta memprioritaskan propaganda yang narsistik.

Lumpuhkan para kutu sel tidur dan jaringan propaganda, maka akan jauh lebih mudah menumpas ISIS.

Saran: Identifikasi gerombolan dan simpatisan anti Pancasila yang susupi pilar negara, ambil tindakan, lumpuhkan kemampuannya untuk melakukan penetrasi dan infiltrasi lebih jauh.

Sumber : Status Facebook Awan Kurniawan

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *