Belajar Dari Ahlinya

ilustrasi

Oleh :  Ahmad Sarwat, Lc.,MA

Ada beberapa fakta yang tidak bisa dipungkiri dari sosial media, yang membuatnya kurang cocok untuk belajaran ilmu agama.

Salah satunya adalah prinsip mendasar dalam sosial media, yaitu aqidahnya yang sangat anti dengan identitas asli. Seakan ada keyakinan yang mendalam bahwa dalam sosial media, haram hukumnya untuk menunjukkan identitas asli. Kalau tidak, maka terkena denda kaffarat puasa 3 bulan berturut-turut.

Di FB misanya, saya ngemis-ngemis kepada siapa saja yang mau jadi friend, untuk menunjukkan identitas, tapi tidak ada yang menggubris. Terpaksa semua permintaan jadi teman pun saya tolak mentah-mentah.

Prinsipnya, saya tidak mau berteman kepada orang yang tidak mau menunjukkan identitas diri. Maka sejak awal saya memang tidak sejalan dengan sosial media kalau dijadikan sebagai media pembelajaran yang ideal.

Di media sosial, siapa saja bisa posting tulisan apa saja, seenaknya, semaunya, sekena-kenanya. Ibarat tong sampah massal, apa saja masuk ke media sosial, semua ada, kecuali ilmu agama itu sendiri.

كل شيء موجود إلا العلم
Apa saja ada, kecuali ilmu itu sendiri.

Kalau begitu, terus ilmu macam apa yang mau kita ambil dari tong sampah berisi limbah semua orang?

Tidak jelas asal-usulnya, tidak ada pertanggung-jawaban ilmiyahnya, tidak jelas sumber kutipannya, tidak tahu siapa yang menyebarkan sampah-sampah itu.

Maka salah satu alasan saya tidak mau masuk group di media sosial adalah adanya batas toleransi yang selalu terlanggar. Saya amat sangat tersiksa kalau ada yang posting sampah-sampah di group. Dari pada mati berdiri tiap hari dijejali sampah beracun, mending get out dari group. Dibilang sok, belagu, sombong dan lain-lain, sudah sering dan tiap hari. Resiko lah.

Ikut Group Kalau ...

Tapi misalnya saya diikutkan group khusus yang mana isinya hanya dokter spesialis saja, dengan jelas nama dan identitas mereka, lalu isinya dibatasi secara profesional hanya tentang ilmu yang jadi bidang spesialisasi mereka saja, jelas pasti ingin ikutan dijadikan anggotanya. Disuruh bayar mau saya.

Saya tidak perlu sok tahu pakai acara membantah isi postingan mereka. Sebaliknya saya akan jadi murid yang taat, patuh, tunduk dan hormat pada semua anggota group.

Group macam inilah yang bisa menambah ilmu kita, karena jelas sumbernya. Tapi group kayak gini bisa dapat dimana ya?

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Friday, August 9, 2019 - 18:15
Kategori Rubrik: