Bela Syariah

ilustrasi

Oleh . Ahmad Sarwat, Lc.MA

Banyak cara orang untuk bela syariah. Kebanyakan pada bikin kumpulan orang, entah itu organisasi, jamaah, partai, tanzim, front, ikatan dan macam-macam lagi.

Dan kalau simak logo atau syiarnya, sunguh murni dan mulia. Intinya keinginan luhur untuk menegakkan syariah.

Namun yang serius membangun syariah lewat pendalaman ilmu syariah sendiri boleh dibilang masih jarang. Bukan apa-apa, sebab keahlian di bidang ilmu syariah bukan perkara gampang.

Bagaimana mau mengajarkan ilmu syariah kepada jamaahnya, kalau pimpinannya saja kurang ilmunya?

Memang penting memompakan semangat bela syariah. Namun semangat yang tinggi itu kalau tidak terarah lewat ilmu syariah yang luas dan mendalam, bisa jadi kurang produktif.

Bahkan seringkali berujung pada ekstrimisme, kadang juga jadi kekerasan, bentrok dan keributan.

Maka langkah paling jitu kalau kita mau bela syariah sebenarnya tidak harus heboh. Cukup siapkan generasi yang melek syariah.

Kurikulum SD, SMP SMA harus ada materi fiqih. Bukan sekedar tahfiz atau tahsin doang. Bukan malah ngajarin bahasa Inggris biar bisa kuliah di luar negeri.

Juga bukan bagaimana bisa menembus universitas negeri.

Justru sejak dini bagaimana anak-anak kita bisa menguasai luar kepala Matan Al-Ghayah wa At-Taqrib, Matan Safinatunnajah, terus ke Fathul Muin, Kifayatul Akhyar, Asnal Mathalib, Albajuri, Mughni Al-Muhtaj, Al-Majmu Syarah Al-Muhadzdzab dst.

Tegaknya syariah itu justru dimulai dulu dari ilmunya. Sama seperti kita mau bangun industri teknologi maju, yang harus disiapkan pertama kali adalah Sumber Daya, Manusia (SDM) secara keilmuan.

Kalau ilmunya saja belum pernah disentuh, terus yang mau ditegakkan itu apa?

Bela syariah kok anti fiqih?

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Wednesday, August 28, 2019 - 16:45
Kategori Rubrik: