"Bela Nasionalisme Tak Ada Dalil", Cacat Pikir Felix yang Parah

Ilustrasi

Oleh : Arif Maftuhin

Orang-orang yang kemarin saya sebut dikit-dikit dalil alias "ndemalil" itu punya risiko "nihilistik": Kalau dia tidak tahu dalil, ia simpulkan tidak ada dalil. Ukuran ada dan tidaknya dalil adalah pengetahuan (dan ketidaktahuan) dirinya sendiri

Kaum "ndemalil" ini Descartian banget. Bedanya, kalau Descartes mengatakan cogito ergo sum, aku berpikir maka aku ada, mereka ini berpikir "kalau aku tidak mikir (tahu) dalil, berarti tidak ada dalil."

Contoh 'epistemologi' ndemalil yang paling mutakhir ya Koh Felix yang akhir-akhir ini kondang dengan sabda "membela nasionalisme tidak ada dalilnya".

Pertama, tidak ada orang yang membela "nasionalisme". ISME koq dibela. Apa yang ingin kita lakukan, apa yang para pahlawan kita telah lakukan adalah "membela tanah air". Mengapa kita bela? Karena kita mencintai tanah air. Rasa cinta tanah air inilah yang kadang disebut "nationalism", dan itu tidak perlu dibela.

Kedua, karena tidak ada orang yang "membela nasionalisme", maka tidak perlu "ndemalil". Barang yang tidak ada, dibahas pun tidak penting.

Ketiga, kalau yang dia sebut tidak ada dalilnya itu adalah "membela tanah air", maka Felix perlu ngaji ke NU. Biar dia tahu dalilnya. Sikap ndemalil won't help him. Urusan dalil bela tanah air itu sudah selesai luama banget di NU. Bahkan kalau NU tidak punya dalil, Indonesia mungkin tidak terwujud. Sebab, dengan dalil itulah pasukan Hisbullah memerangi Belanda di berbagai wilayah. Karena dalil itulah berkobar Perang 10 Nopember yang historik itu.

Antara tahun 1930an hingga 1940an, dari Muktamar ke muktamar, NU sering membahas masalah nasionalisme dan turunannya. Muktamar 1946, misalnya, sudah menyelesaikan apa yang di batas pikirannya Felix dinyatakan tidak ada dalil itu.

NU punya dalil dan mereka yang gugur membela tanah air itu kami sebut syuhada. Awas kalau kau bilang mati sia-sia karena tidak ada dalil. Dasar ndemalil.

Sumber : Status Facebook Arif Maftukhin

Thursday, December 14, 2017 - 14:30
Kategori Rubrik: