Bekerja Keraslah Sampai Tetanggamu Mengira itu Hasil Pesugihan

ilustrasi

Oleh : Nana Padmosaputro

Begitulah beredar candaan di kalangan netizen, terutama jika pekerjaan kita adalah pedagang online. Nggak pernah kelihatan keluar rumah, kok jadi tajir..?

Lalu tetangga jadi takut kalau ’tuyulnya kita’ masuk ke rumah dia, ngambil duit dia. Dan rasa takut itu berkembang menjadi perbuatan : buru-buru nutup pintu kalau kita lewat... atau melengos kalau kita sapa.

Well... orang yang tidak mengerti, biasanya memang mudah menjadi takut.

TAKUT adalah perasaan yang tertanam di dalam diri manusia. Dan rasa TAKUT ini memang punya manfaat survival : menjauhkan manusia dari bahaya binatang buas atau musuh dari suku yang lain. Perasaan ini lantas berkembang menjadi perbuatan : menutup diri di dalam gua atau memanjat pohon tinggi dan tidur di atasnya.

Itu makanya, secara instingtif, para ortu kerap melarang anaknya melakukan eksplorasi. Dasarnya juga sama : rasa TAKUT.
Takut anaknya celaka dan kenapa-kenapa.
Alasan yang terkait insting survival.

Aku juga dulu takut pada tarot, takut kenapa-kenapa kalau memegang atau memainkannya. Jadi, meskipun aku sudah diajari oleh Bu Rubiana Soeboer Dra, Msi, seorang dosen psikologi dan akupun sudah melihat bagaimana peran tarot sebagai alat bantu konseling..... yang namanya takut, ya tetap takut...! 

Tapi, untunglah aku adalah anak yang dibesarkan oleh ortu yang rasional dan selalu mendorong anak-anaknya untuk mencari tahu, eksplorasi, dan melakukan apapun sampai ke limit.

Jadi, meskipun takut.... aku memutuskan untuk mengamati saja dulu. Mengamati kawan-kawan kuliah S2ku membuka tarot di kampus, dan membantu teman lain menyelesaikan masalahnya.

Sekitar 2-3 tahun aku mengamati... dan lama-lama aku melihat bahwa ketakutanku terjawab : nggak ada klenik atau setan yang dipakai di sini. Lha wong kawan-kawanku adalah orang biasa (dalam arti : tidak punya sixth sense) plus juga rajin ibadah. Bukan keturunan dukun, juga TIDAK kulihat melakukan praktek-praktek klenik, seperti makan kembang, meditasi di kuburan atau bakar kemenyan...

Malah, aku melihat : semakin orang tersebut rajin beribadah, malah semakin mudah dibaca...! (Jika dia adalah ‘pasien’ - istilah resminya adalah ‘querent’)

Tapi jika dia adalah tarot reader, semakin dia rajin ibadah, bacaannya juga semakin akurat..!

Jawabannya terletak pada : kejernihan dan ketenangan batin. Karena semakin kita tenang dan berpasrah, semakin kita mampu mendengarkan intuisi atau suara hati....

Semakin kita ruwet dan emosional, atau terlalu bernapsu pada suatu tujuan... semakin tebal ego kita.... Maka kita akan sulit mendengarkan bisikan hati, yang mungkin saja memberikan arahan kita untuk menuju ke arah lain.

*******

Nah, jadi, belajar tarot itu nggak harus punya bakat supranatural ya?
— Nggak.

Semua orang bisa?
— Bisa. Bahkan anak kecil umur 10 tahun aja bisa kok, karena tekniknya sederhana. Cuma intrepretasi gambar.

Serius nggak pake menyan atau kerjasama dengan makhluk halus?
— hahahaha ya nggaaak...!

Rasanya sulit percaya.
— Ya wajar sih, karena kamu belum paham. Suku tribal yang tinggal di pedalaman hutan dan jauh dari peradaban, juga bakal mengira kamu punya kotak sakti yang berisi dewa kecil-kecil di dalamnya, padahal kamu cuma sedang menyetel youtube di handphone mu.

Biasa itu, tak paham lantas berasumsi dan berprasangka. Semakin kita kreatif mengembangkan rasa takut, semakin besar juga rasa antipati kita : lalu berhenti di situ.

Ini, ada video yang isinya :
- suasana belajar off line (secara langsung)
- suasana belajar online (sehingga bisa dari rumah)
- dan testimony dari para peserta yang merupakan orang-orang terpelajar : terapis, pilot, arsitek, dosen, lawyer...

Monggo dilihat dulu... 

Tuesday, August 11, 2020 - 09:00
Kategori Rubrik: