Bedakan Antara Agama dan Pemeluk Agama

Ilustrasi

Oleh : Eyang Judiarso

Kesalahan seorang atau sekelompok pemeluk agama tertentu bukan berarti kesalahan umat agama tersebut secara keseluruhan ataupun kesalahan ajaran agamanya pula. Kalau ini mau dinafikan, akibatnya akan menimbulkan asumsi keliru yaitu tidak ada satupun agama atau umat beragama yang tidak sesat atau menyesatkan, padahal agama diciptakan untuk membuat manusia semakin jauh kemuliaannya jika dibandingkan dengan binatang.

Bisa dimaklumi jika binatang berperilaku liar, sedangkan manusia tidaklah pantas berlaku dmkn. Supaya beda binatang dengan manusia itu terpelihara semakin baik maka diturunkanlah agama. Tentu mustahil jika agama diturunkan untuk mengajarkan manusia menjadi berakhlak smkn buruk dalam pikiran, perasaan, berucap dan berbuat. Mustahil jika ada orang menjauh dari karakter beradab yang salah adalah agamanya.

Karena ini hal yang mustahil, maka :

1. Harus dibedakan antara pemeluk agama dengan oknum pemeluk agama.

2. Harus dibedakan antara ajaran agama yang sesungguhnya dengan ajaran agama yang disalahgunakan.

3. Setiap agama punya oknum pengikutnya sendiri-sendiri. Tidak ada agama yang semua pemeluknya taat agama tsb alias tidak ada satupun pengikutnya yang melakukan penyimpangan ajarannya sama sekali.

4. Kalau harus memusuhi pemeluk suatu agama, musuhilah yang menyalahgunakan ajaran agamanya untuk kepentingan diri atau kelompoknya dgn memanipulasi keluhuran agamanya sehingga tidak bisa dirasakan lagi keluhuran itu oleh sesama manusia yg lainnya malah justru sebaliknya.

Bisa dibilang mereka itu telah sesat dan menyesatkan, seolah2 mrk berlaku begitu karena mengikuti ajaran agamanya, padahal disadari atau tidak mrk cuma memperalat agama untuk disesuaikan dengan kemauan dan kepentingan mrk sendiri. Tentu yang tidak sesat atau menyesatkan spt itu tidaklah pantas untuk ikut dimusuhi.

Sumber : Status Facebook Eyang Judiarso

Monday, February 5, 2018 - 20:45
Kategori Rubrik: