Bedah Listrik Padam

ilustrasi

Oleh : Efron Bayern

Sebuah pembangkit selesai dibangun dan semua peralatan sudah lulus uji. Pembangkit itu, misal PLTU, kemudian dijalankan atau dihidupkan untuk menghasilkan listrik. Proses pembangkitan sampai menghasilkan listrik itu disebut dengan black start (ingat black out artinya padam).

Untuk melakukan black start semua peralatan seperti conveyor batubara, demin water plant/unit, pompa, cooling tower, kompresor, fan, control room, fire water system, dlsb. digerakkan atau dioperasikan. Untuk menggerakkan atau mengoperasikan peralatan itu butuh listrik. Dari mana? Kan pembangkit belum bisa menghasilkan listrik? Listrik berasal dari genset atau yang biasa disebut dengan black start genset (BSG). Kapasitas BSG 2.5 – 5 MW. Secara ideal setiap pembangkit memiliki BSG secara melekat dan permanen.

Batubara dibakar di dalam tungku atau furnace untuk memanaskan air di ketel uap atau boiler. Airnya berasal dari demin water unit. Uap yang dihasilkan oleh boiler bertekanan tinggi dikirim ke superheater untuk dipanaskan sampai sekitar 350C. Uap panas bertekanan tinggi itu untuk menggerakkan bilah-bilah turbin. Turbin kemudian berputar menggerakkan generator. Generator perlahan tapi pasti menghasilkan listrik. Begitu listrik dihasilkan secara bertahap listrik dari BSG dan listrik dari generator PLTU disinkronkan. Setelah sinkron, BSG dimatikan. Listrik kemudian untuk menghidupi PLTU itu sendiri dan dikirim ke sistem jaringan transmisi PLN. Proses black start ini berlangsung sekitar 9-10 jam.

Pembangkit PLN dalam melakukan black start mengambil listrik dari jaringan PLN, bukan dari BSG. Itu jelas efisien karena tidak pusing dengan pemasangan BSG. Yang sama sekali tidak diperhitungkan oleh PLN adalah kemarin PLTU PLN njeglèg atau trip berjamaah. PLTU di Suralaya enam unit trip. Listrik di Pulau Jawa belahan barat padam.

PLTU Suralaya yang trip itu tidak bisa segera melakukan black start karena listrik untuk black start dikirim dari Jatim. Butuh lebih daripada empat jam untuk memula black start karena menanti kiriman listrik. Padahal kalau PLTU itu punya BSG dalam waktu kurang daripada satu jam PLTU sudah online lagi. Mengapa satu jam saja dan tidak 9-10 jam seperti penjelasan saya di alinea ketiga? Kondisi PLTU masih panas sehingga tidak butuh waktu lama untuk kembali online.

Berapa harga BSG per unit? Tidak mahal hanya sekitar $1-2 juta. Harga EPC sebuah PLTU 100MW sekitar $180-200 juta, maka harga satu BSG hanyalah harga kacang goreng.

Hanya karena PLN berideologi “biasanya gak apa-apa”, harga kacang goreng yang tidak diadakan itu membuat PLN kehilangan harga diri dengan kasus black out berjemaah kemarin.

MDS Efron

Sumber : Status Facebook Efron Bayern

Tuesday, August 6, 2019 - 16:15
Kategori Rubrik: