Beda Waspada dan Suudzon

Ilustrasi

Oleh : Ahmad Tsauri

Membaca komentar fans DKI 1 di FP faceboknya, lugu-lugu sekali. Konon mayoritas penghuni surga memang orang lugu.

أكثر أهل الجنّة ٱلبله. ٱلبزار عن أنس. (ض) الجامع الصغير ١٣٧٩

Karena mereka selalu husnudzan, senantiasa baik sangka tidak memberi ruang untuk cek and re-cek.

Mengecek dan kritis berangkat dari asumsi dasar bersikap waspada. Waspada beda tipis dengan suudon alias buruk sangka. Ini bukan tipikal orang lugu.

Wajar jika mereka tidak faham ada kekacauan dan tsunami anggaran di APBD DKI 2018, mulai pembasmi tikus 260 juta, renovasi kolam DPRD 600 jt, sumbangan untuk lembaga tak jelas alamatnya sampai 46 M, belum anggaran lain yang terselubung tak kasat mata.

DKI 1 berpotensi besar menjadi RI 1 2019 nanti dengan mengembang biakan orang-orang lugu ini.

Orang lugu masuk surga karena kepolosannya, orang kritis dan waspada masuk surga karena menyelamatkan banyak anggaran untuk warga Jakarta atau warga kota lainnya.

Anda mau masuk surga melalui pintu yang mana? Pintu "lugu" atau pintu "kritis dan waspada"?

Sumber : Status Facebook Ahmad Tsauri

Saturday, December 2, 2017 - 15:30
Kategori Rubrik: