Beda Hoax dan Janji Politik

Oleh: De Fatah

 

Hoax itu adalah informasi bohong atau palsu, yang tidak terjadi dikabarkan terjadi. Yang tidak ada dikatakan ada.

Jikapun pakai data, datanya tidak benar. Yang dibahas bukan datanya, kebanyakan opininya. Data sesat maka opininya ikut sesat, ditambah dasarnya memang sudah benci. Seperti tuduhan PKI kepada Jokowi, PT DI dijual ke Cina, serbuan 10 jt TKA, bahan baku vaksin dan sebagainya.

 

 

Sedangkan,

Janji politik adalah harapan, keinginan, tekad, sasaran yg ingin dicapai seorang calon Pemimpin. Dalam realisasinya bisa seluruhnya tercapai bisa juga tidak.

Pemerintah berjanji ekonomi akan meroket 7%, tapi kenyataannya sekarang 5 %. Apakah pemerintah bohong? Tidak, target 7% adalah keinginan pemerintah.

Pemerintah bisa dikatakan bohong jika kenyataannya ekonomi 5 % tapi Pemerintah klaim 10%. Jika fundamental ekonomi kita buruk, tapi pemerintah mengatakan aman-aman saja, itu namanya bohong.

Kenyataannya fundamental ekonomi kita baik-baik saja. Di zaman keterbukaan data seperti sekarang ini, sangat sulit Pemerintah untuk berbohong. Semua data bisa akses, banyak lembaga keuangan menyediakan datanya. Asal kita memang mau mencari kebenaran.

Begitu pula dengan janji yang lain, ada yang sedang dikerjakan, ada yang batal dikerjakan karena pertimbangan situasi dan kondisi. Itu biasa dalam sebuah rezim seperti janji politik SBY, Mega, Gus Dur apalagi Soeharto banyak yang tidak terpenuhi.

Sebagai counter attack dari kasus Ratna, kubu Prabowo membangun narasi janji politik Jokowi. Mereka ingin menuduh Jokowi bohong juga. Bagi saya ini narasi Jaka Sambung Bawa Golok. Kagak nyambung,..Goooo,..

 

(Sumber: Facebook De Fatah)

Wednesday, October 10, 2018 - 17:00
Kategori Rubrik: