Beda Cara Jokowi dan Prabowo Dalam Politik

Ilustrasi

Oleh : Judiarso Kurniawan

Fadli Zon menandatangani UU MD3 yang isinya menyulitkan rakyat mengkritik DPR-RI jika sewaktu-waktu DPR mengecewakan rakyat. Fadli Zon adalah kader penting partai Gerindra, partai yg dipimpin oleh pak Prabowo. Partai Gerindra adalah salah satu partai pendukung lahirnya UU MD3 tsb. Bisa disimpulkan bahwa jika partai Gerindra dan Fadli Zon bekerja sama dengan sejumlah partai lainnya di DPR-RI menghasilkan UU MD3 yg mengecewakan rakyat tsb, tindakan partai Gerindra dan Fadli Zon sdh mendapat restu dari pak Prabowo.

Kok bisa disimpulkan begitu? Tentu saja karena pak Prabowo sebagai pemimpin partai Gerindra tdk berkomentar yg isinya keberatan dengan disahkannya UU MD3 tsb, juga tdk menegur Fadli Zon yg merupakan kader pentingnya yang telah menandatangani UU MD3 tsb.

Jelas bahwa antara pak Prabowo, partai Gerindra dan Fadli Zon sudah satu suara dalam menanggapi keluarnya UU MD3 yaitu sepakat jika undang2 tersebut pantas disahkan dan diberlakukan untuk seluruh rakyat. Ini berbeda dengan cara pak Jokowi mensikapi lahirnya UU MD3 tsb. Beliau sudah diminta DPR-RI untuk ikut tanda-tangan tapi menolak tanpa kompromi.

Muncul pertanyaan begini, cu...

(1). Kalau kamu kecewa dengan UU MD3 tsb, di antara pak Jokowi dan pak Prabowo, siapa yang mengecewakan kamu?

(2). Jika kamu pendukung pak Prabowo dan tetap mendukung pak Prabowo menjadi presiden jika maju sebagai capres thn 2019 nanti, apa alasanmu? Bukankah beliau mengijinkan partainya ikut merampas hak kamu sebagai rakyat untuk mengkritik DPR?

Sumber : Judiarso Kurniawan

Friday, March 16, 2018 - 21:30
Kategori Rubrik: