Bebenah Dakwah

Ilustrasi

Oleh : Budi Setiawan

Daftar 200 Mubaliq terekomendasi merupakan bentuk code of conduct atau tata cara berperilaku para penceramah dalam berdakwah di Indonesia. Artinya konten yang didakwahkan terpantau aman, tidak provokatif dan menyejukkan.

Dalam hal ini, Abdullah Gymnastiar harus bersyukur karena namanya masuk dalam daftar ditengah ketidaksetujuan sementara orang.

DAKWAH SELEB
Dakwah yang menyejukkan. Sudah lama Muslim Indonesia merindukannya. Kalau boleh menengok kebelakang, dakwah yang sejuk telah menjadi warna kuat ke Islaman Indonesia selama puluhan tahun. Tapi masa kejayaan itu redup ketika Abdullah Gymnasiar yang digadang-gadang menjadi role model generasi baru penceramah "sejuk" yang diterima oleh berbagai golongan Islam Indonesia dan non Muslim, terjungkal karena kawin lagi. Wibawanya hancur, tidak lagi dianggap karena mengumbar syahwat. Seketika terjadi kevakuman pedakwah yang menyejukkan.

Muslim Indonesia kemudian mencari panutan baru selepas terpuruknya Abdullah Gymnastiar. Namun yang mereka temui hanya kumpulan ustad Seleb karbitan yang lebih suka pamer helm, motor gede, istri cantik sambil jualan baju. Pada era ini, kita saksikan ustad seleb benar-benar merusak tatanan dakwah menjadi tak lebih dari panggung entertainment dan sinetron.

Era ustad seleb berakhir setelah Uje meninggal dan Guntur Bumi dipenjara karena menipu. Solmed makin kepepet dengan urusan rumah tangganya setelah ketauan narik bayaran yang kelewat tinggi ketika diminta tampil di Hong Kong.

DAKWAH KAFIR
Lepas era ini, Muslim Indonesia kembali mencari figur-figur yang bisa menuntun khasanah kebatinan dan ke Islaman mereka. Peluang ini ditangkap baik oleh kelompok yang menawarkan "kemurnian ajaran Islam" dan " konsep.Islam yang kaffah."

Mereka yang mengusung pahaman ini, ternyata adalah kelompok Wahabi yang rata-rata gampang sekali mengkafir-kafirkan orang dan menuding bid'ah. Kelompok kedua adalah orang-orang HTI yang berhasil menyusup ke kampus bahkan rohis SLTA, setidaknya di satu sekolah yang saya temui sendiri. Dua kelompok ini secara efektif menggunakan media sosial untuk menyebarkan pahamannya.

KELOMPOK LC
Kelompok ketiga yang mengisi ruang vakum adalah mereka yang jadi seleb dikalangan Muslim menengah atas seperti Bahtiar Nasir yang pengajiannya kerap dilakukan oleh klub eksekutif yang mahal.

Selain Bahtiar Nasir dan kawan-kawan, muncul kelompok lulusan Kairo, seperti Somad yang melengkapi perjalanan dakwah Indonesia yang banyak sekali diwarnai oleh tausiyah intoleran. Somad dengan cerdik mengkloning gaya Zainuddin MZ dibalut logat Melayu untuk mendulang jemaah dan tentunya juga uang.

KAYA RAYA
Karena Somad, banyak penceramah dengan gelar LC artinya lulusan Al Azhar, menjadi seleb di kalangan pengajian kelas menengah, pengajian emak-emak tajir atau diundang dalam pengajian bulanan kelompok alumni atau arisan. Ceruk pasar terbatas ini ternyata menjanjikan uang yang tidak terbatas.

Para penceramah itu rata-rata berbisnis umroh atau mendirikan pesantren modern berAC bahkan dilengkapi fasilitas laundry. Mereka berhasil membius kalangan menengah atas Muslim untuk membeli surga dengan uangnya. Kaya tapi Alim. Itulah metode para penceramah yang menikmati benar berselancar di kelompok ini.

Ajarannya ditujukan untuk menguatkan konsep Islam Kaffah yang ternyata bersumbu pendek. Doyan mengkafir,-kafirkan orang. 
Mereka dibawah bimbingan penceramah seperti ini makin eksklusif dan konservatif.Tak heran jika aksi bela Islam menjadi acara yang wajib diikuti.Tapi bukan dibarisan depan. Itu bagian FPI. Yang susah-susah bukan tugasnya.

Mereka cukup hadir sebagai turis.212.Bagi-bagi kue, nasi bungkus, aqua gelas, bersih-bersih sebentar dan pulang dengan naik bis mewah setelah puas selfie dan mengunggahnya ke media sosial. Status mereka naik kelas menjadi Pembela Islam yang langsung dipuja puji guru ngaji mereka yang makin getol mengajarkan intoleran.

GIROH PENIKMAT HOAX
Karena itu tidak heran jika banyak pegawai negeri atau swasta bergaji lumayan dengan begonya memposting atau menshare info Hoax yang mengungkit giroh ( semangat) Bela Islam mereka. Mereka juga berhasil dibilas otaknya bahwa ganti presiden adalah giroh Islam yang harus dikobarkan setelah sukses besar menggulung Ahok.

Para guru mereka berhasil menguatkan kesadaran kelompok jemaahnya akan pilihan politik yang " Islami." Bumbu lengkap sudah disediakan seperti isu investasi China, Jokowi anti Islam -.liat tuh anak-anaknya yang gak jilbaban sama kawin sama non muslim, isu BBM, rupiah melemah dan sebagainya. Jadi apapun yang dilakukan pemerintah adalah rekayasa atau pencitraan untuk menghancurkan Islam.

Fenomena banyaknya emak dan bapak mapan yang percaya bahwa aksi teroris di Mako Brimob dan Surabaya adalah rekayasa adalah bukti nyata lain suksesnya penceramah sumbu pendek membilas otak mereka. Mereka tidak ubahnya seperti Zombie berbaju Muslim yang percaya sejuta persen akan omongan dobol gurunya. Apalagi Somad bilang bom bunuh diri itu mati syahid bukan mati sangit.

Dan jika terkena musibah, terciduk misalnya karena sebar fitnah, mereka pandang itu sebagai awal ,"berhijrah". Guru mereka bilang sudah saatnya untuk meninggalkan keduniaan dan konsentrasi pada meraih surga yang digambarkan para gurunya bagaikan negeri dongeng yang apa saja boleh.

KEMBALI KE SEJUK

Fenomena beragama sumbu pendek yang bikin sumpek hawa di republik ini diharapkan bisa diredam dengan munculnya daftar 200 Mubaliq. Mereka hendaknya diberdayakan oleh segenap insan media agar tausiyah yang sejuk kembali hadir dikhasanah Islam di bumi pertiwi ini.

Agar penceramah dobol bisa insyaf bahwa sudah waktunya ubah haluan memberdayakan umat. Bukan memperdaya umat.

Sumber : Status Facebook Budi Setiawan

Sunday, May 20, 2018 - 14:45
Kategori Rubrik: