Beban APBN Era SBY dan Jokowi

Oleh : Andrian Kaifan

Di era Pak SBY subsidi energi sampe sebesar Rp200T per tahunnya jadi beban APBN sampai 10 tahun. Disitulah, policy membakar duit dari Pak SBY, menyebabkan infrastruktur RI susah utk bergerak maju. Di era Pak Jokowi, policy jelek penghamburan uang utk energi tsb tdk lagi jadi prioritas, biaya pembangunan infrastruktur menjadi beban APBN. Kenaikan beban APBN utk infrastruktur di masa pemerintahan Jokowi ini bukanlah tanpa risiko. Harga komoditas yang masih tertekan ditambah perlambatan ekonomi global, membuat target penerimaan negara bisa meleset. Pada ujungnya ini berpotensi memperbesar defisit anggaran dan menambah beban utang negara.

Beda policy dalam pembangunan ini, menyebabkan pelaku2 status quo dan terbiasa dg policy mainstream disusui BBM nya menjerit, krn diturunkannya kuantitas subsidi energi. Tak sadar dia, selama 10 tahun pemerintahan Pak SBY, subsidi energi telah menyebabkan APBN kena stroke, shg tak pernah terlihat infrastruktur MRT progressnya sangat besar, tol Trans Jawa hampir bersambung, Tol Trans Sumatera dimulai dan dipacu, Tol Trans Papua dikejar, ada KA di Sulawesi, SPBU pertama ada di Puncak Jaya, berbagai pembangunan pelabuhan utk infrastruktur Tol Laut, berbagai waduk dan irigasi teknis, ada LRT di Palembang, Monorail ke Bandara Soehat sudah bisa dimulai, pembenahan berbagai airport, sampe bakal ada Kereta Cepat yg tak ngambil dana APBN sama sekali!

Sudah cukup 10 tahun Pak SBY menyusui. Sekarang RI sudah tambah dewasa. Bukan saatnya lagi utk terusss dipapah! **

 

Thursday, September 22, 2016 - 16:00
Kategori Rubrik: