Beasiswa Jangan Sampai Dinikmati Kelompok Intoleran

Ilustrasi

Oleh : Verdi Adhanta

Dengan uang dari pajak yang Anda bayarkan, Anda - sebagai rakyat Indonesia, ternyata telah ikut membiayai radikalisasi di Indonesia, melalui program beasiswa LPDP.

Indonesia menyediakan program bahasiswa LPDP untuk mahasiswa Indonesia yang ingin belajar ke luar negeri, dan ini dibajak oleh kaum Islamist untuk menyebarkan radikalisasi. Untuk ikut LPDP seseorang harus tampak taat beragama, dan bagi mahasiswa menjadi tampak taat beragama memberikan keuntungan untuk mudah mendapat beasiswa.

Para mahasiswa Indonesia ini berkualitas di bawah standar universitas luar negeri, tapi karena uang LPDP cukup besar, universitas2 luar negeri menginginkan uang itu, sehingga mereka menurunkan standar kualifikasi pendidikan, supaya mahasiswa Indonesia bisa masuk dan universitas dapat jatah uang LPDP Indonesia.

Akhirnya universitas2 mejadi sarang dan pusat penyebaran radikalisme di Indonesia. Menjadi lulusan universitas luar negeri menjadi simbol baru bagi kelas menengah Islam di Indonesia. Dan radikalisme akhirnya menjadi seperti apa yang terjadi sekarang.

__ Tulisan Lizzy Van Leeuwen, cultural anthropolog yang meneliti interaksi politik-identitas paska perang diantara migran post-kolonial di Netherland dan masyarakat belanda.

Untuk membaca website ini dalam bahasa inggris, atau bahasa lainnya, kunjungi situs google translate, lalu di situs tersebut, masukan linknya pada boks kiri, lalu tekan "translate" dibawah box kanan. Apabila ingin membaca dalam bahasa Indonesia, pilih bahasanya dulu, lalu tekan "translate"

Program LPDP tampaknya harus dikaji ulang, dan perlu ditanyakan pada pemerintah Belanda mengapa membiarkan universitas2nya berlaku demikian.

https://www.groene.nl/artikel/hij-ging-met-niemand-om

Sumber : whatsapp group DSD

Sunday, November 12, 2017 - 16:00
Kategori Rubrik: