BBM Naik Diam-Diam di Tengah Malam Buta Itu Tidak Benar

Oleh : Andrian Kaifan

Pada tgl 17 Nopember 2014, Pak Jokowi mengumumkan kenaikan harga Premium jadi Rp8500/Liter. Pada 16 Juni 2015, Pak Jokowi kembali mengumumkan bahwa harga premium turun jadi Rp6600/Liter. Pada 28 Peb 2015 Premium kembali naik sebanyak Rp200,-, kali ini diumumkam oleh Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Saleh Abdurrahman melalui keterangan tertulisnya.

Intinya, pemerintah itu SELALU mengumumkan perubahan harga BBM yg HARGA JUALNYA ditetapkan sendiri oleh pemerintah. Berbeda dg Pertalite, Pertamax dan sodara2nya, Dexlite dan Pertamina Dex yg tdk disubsidi, harga jual ditentukan oleh Pertamina sbg badan usaha dg cara tertentu atas persetujuan pemerintah. Dengan kejadian ini, kalimat BBM NAIK DIAM2 DI TENGAH MALAM BUTA, adalah tidak benar!

Untuk, premium agak unik karena:
1. Tidak lagi disubsidi berdasarkan Perpres 191/2014, tapi harga jualnya ditetapkan oleh pemerintah walo juga hrs berjibaku menyesuaikan dg harga minyak dunia. Seharusnya dg subsidi ga ada lagi, Premium akan relatif mahal dan harga jualnya ikut rerata harga jual minyak dunia dengan mudahnya, tapi ini tidak! Pemerintah pasang badan utk Premium;
2. Premium walo harga nya ditetapkan pemerintah, tapi pengadaan dan pendistribusiannya masih tetap dilakukan oleh badan usaha Pertamina. Padahal dg keadaan ini shrsnya Pertamina punya kuasa penuh menetapkan harga Premium atas persetujuan pemerintah.. Padahal utk skrg, harga keekonomian Premium itu Rp8925/Liter;
3. Utk Premium ini, pemerintah pun mutlak sudah MELANGGAR Perpres 191/2014 dan Permen ESDM No. 34 tahun 2018 Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 39 Tahun 2014, Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM.. Tapi gpp yahh demi rakyat! (Nah utk cerita pemerintah jadi tumbal gini, oposisi jelas ga mau peduli! Karena jadi cerita buruk bagi elektabilitas mereka juncto gerakan gantipresiden..

Saat ini, BBM yg masih disubsidi hanyalah Solar subsidi dan Minyak Tanah. See, Pak Jokowi menepati janjinya untuk TIDAK MENGHAPUSKAN SUBSIDI BBM dan/atau TIDAK MENAIKKAN HARGA BBM yg harga jualnya 100% ditentukan oleh pemerintah.

Sumber : facebook Andrian Kaifan

Monday, July 2, 2018 - 15:30
Kategori Rubrik: