Batam dan Bintan Berbenah Jaman Jokowi

Ilustrasi

Oleh : Wahyu Sutono

Ada beberapa proyek strategis yang sedang dan akan dibangun di Pulau Batam dan Bintan, diantaranya Jembatan Batam-Bintan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh, KEK Galang Batang, KEK Pulau Asam, Pengembangan Pelabuhan Batu Ampar, pengembangan dan modernisasi Bandara Hang Nadim, dan Pembangunan Batam LRT (Ligy Rapit Transit).

Untuk Jembatan Batam-Bintan, rencana pembangunannya menghubungkan Batam-Bintan dengan panjang 7 kilometer, sehingga akses Batam-Bintan serta Tanjungpinang terbuka, serta meningkatkan aktivitas ekonomi, mobilitas orang, kendaraan, barang dan jasa industri, serta pasokan air bersih dan gas dari Batam-Bintan.

Melalui pembangunan ini juga membangun martabat bangsa yang total investasi diperkirakan mencapai Rp 7,1 Triliun. Realisasi proyek ini melalui skema joint venture bersama investor swasta dan local partner. Bahkan untuk Pelabuhan Tanjung Sauh, bakal masuk nilai investasi sebesar Rp 20 triliun.

Tanjung Sauh sendiri nantinya dijadikan pelabuhan peti kemas modern, containern yard dan Kawasan Industri Terpadu pengolahan dan penyimpanan gas serta sebagai logistic hub dan port gate way di wilayah Indonesia bagian barat dan dapat memangkas deelling time dengan target kapasitas 5 juta TEUs per tahun.

Begitupun untuk KEK Galang Batam, yang diakuinya sudah ditetapkan dengan PO Nomor 42 Tahun 2017. Hingga akhir 2017, nilai investasi yang sudah direalisasikan mencapai Rp 1,1 triliun dari total rencana investasi Rp 36,2 triliun.

Untuk KEK Pulau Asam akan dijadikan pusat pengumpul migas, industri, dan container yard dalam rangka mendukung ketahanan energi nasional. Bahkan Presiden Jokowi langsung memerintahkan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup untuk menuntaskan persoalan terkait.

Untuk pengembangan Pelabuhan Batu Ampar, rencananya akan dilakukan beberapa pengembangan. Tujuannya, untuk memodernisasi sarana dan prasarana, pengembangan container yard, pengembangan port managenet system. Kapasitasnya yang dalam setahun hanya Rp 400.000 TEUs akan menjadi satu juta TEUs.

Sementara untuk Batam Light Rail Transit dikembangkan untuk penyediaan transportasi massa, murah, dan mampu mengatasi kemacetan. Rute yang direncanakan, mulai dari Hang Nadim-Nagoya, Tanjunguncang-Mukakuning-Batam Center. Demikian Bandara Hang Nadim akan terus dikembangkan berbagai fasilitasnya.

"Salam NKRI Gemilang"

Sumber : Status Facebook Wahyu Sutono

Sunday, April 29, 2018 - 14:00
Kategori Rubrik: