Baru Menjabat 1,5 Tahun, Infrastruktur Gencar Dibangun, Jokowi: Dulu Banyak yang Meragukan

REDAKSIINDONESIA-Pembangunan infrastruktur mulai dari Sumatera hingga Papua gencar dilakukan. Infrastruktur yang dibangun mulai dari jalan trans, tol, pembangkit listrik, hingga pelabuhan.

Selain itu, proyek-proyek infrastruktur yang sebelumnya mangkrak kini dilanjutkan kembali. Berbagai pembangunan infrastruktur ini merupakan prioritas pemerintah pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi menceritakan, banyak yang meragukan kemampuannya merealisasikan berbagai proyek infrastruktur. Namun, sekitar 1,5 tahun memimpin, yang tadinya ragu akhirnya sadar bahwa pemerintah saat ini serius membangun infrastruktur.

"Dulu banyak yang ragukan bahwa ini hanya diomongkan. Tetapi 1,5 tahun realisasi itu ada, orang yakin kita serius. Kita bukan serius, tapi sangat serius. Mungkin pait di depan, tapi akan sangat bermanfaat 4-5 tahun ke depan," kata Jokowi dalam pencanangan kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (1/7/2016).

Selain itu, Jokowi menuturkan, ada juga pihak yang meragukan foto-fotonya mengecek proyek-proyek infrastruktur di daerah. Bahkan, di media sosial ada yang bilang foto itu hanya rekayasa saja.

Jokowi pun meminta siapapun yang meragukan proyek-proyek infrastruktur yang sekarang sedang berjalan, datang dan melihat sendiri ke lokasi.

" Paling itu rekayasa gambar, kan banyak yang ngomong begitu di media sosial. Kalau masih ada yang tidak percaya, ya datang saja langsung ke lokasi pembangunan," ujar Jokowi.

"Bapak ibu akan lihat alat berat ramai, kerja 3 shift, pembagian kerjanya 3 shift. Sehingga bisa dikerjakan dan hasilnya cepat. Jalan tol, pelabuhan, Kuala Tanjung, Makassar New Port, New Priok Port, yang di Sorong masih menunggu. Ini yang gede-gede. Yang sedang dan kecil banyak sekali," kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Dia menambahkan, untuk pembangunan infrastruktur dalam 5 tahun butuh dana sekitar Rp 4.900 triliun. Di sisi lain, APBN hanya mampu berkontribusi sebesar Rp 1.500 triliun.

Lantas, kekurangan dananya diperoleh dari mana? Menurut Jokowi, kekurangan itu diharapkan mengalir dari investasi dunia usaha.

"Jadi kita harapkan, nanti uang yang ada segera masuk. Untuk pembangunan infrastruktur kita saja butuh Rp 4.900 triliun dalam lima tahun. Itu dari APBN Rp 1.500 triliun. Sisanya dari investasi dunia usaha. Nggak ada yang lain. Baik yang sekarang sudah dimulai dan akan dimulai," kata Jokowi.

Dia juga menjamin, seluruh prosedur maupun perizinan dalam investasi telah dipermudah mulai dari pusat hingga daerah.

"Yakinlah prosedur itu akan dipotong satu persatu. Contoh pembangkit listrik yang izinnya bertahun-tahun, nggak bisa kita teruskan seperti itu," tegas Jokowi.(detik.com) ** (ak)

Saturday, July 2, 2016 - 08:15
Kategori Rubrik: