Banyak yang Tidak Sabar Membela Jokowi

ilustrasi
Oleh : Yetti Agustien
Akhir-akhir ini banyak Jokower kesal dengan Ainun Najib yang pernah pansos dengan,"Kawal Pemilu"-nya sukses menjelaskan ke masyarakat bahwa pilpres 2019 berlangsung secara jujur dan adil.
Tetapi pemilu bubar, namanyapun wes-ewes hilang. Kemudian muncul dengan "gaya balik gagang," menyerang pemerintahan. Pantesan sahabat-sahabat saya ngamuk-ngamuk.
Berpihak pada salah satu paslon itu hak setiap warganegara, tetapi kalau kemudian tidak disenggol oleh pemerintah ya biasa-saja jangan lantas show of force.
Kalau saya membela Jokowi ya karena saya memang "Buzzer RP," setidaknya rajin bertanya kekeluarga, sahabat di tanah air,"Piye jaman Jokowi, bansosnya sampai nggak ?"
Rata-rata menjawab," Alhamdulillah bansosnya banyak, walau masa covid untuk makan-beli pulsa mah ada."
Alhamdulillah seneng juga mendengarnya.
Bayangkan kalau Jokowi korup, masyarakat +62 jadi miss queen. Susahnya kan Ane juga. Soal pemerintah belum "nyenggol" saya, emang Ane pikirin!
Tetapi ya seneng juga pas ketemu Boss BUMN yang sebenarnya meragukan posisinya, tetapi jejak digitalnya Jokower, ya langsung daya DM," Wah gak ngira kira satu geng. Qiqiqiqi."
Dan buzzer RP itu banyak plus beranak pinak, mereka tidak rela kalau Jokowi "dicolek," karena akan mengganggu konsentrasi supply pemerataan kemakmuran di Tanah Air.
Jadi kalau disaat sulit seperti ini terus menjelek-jelekkan Jokowi jangan heran akan diserbu kaum Buzzer RP. Dan ini sah karena berdemokrasi tidak harus beroposisi.
Sumber : Status Facebook Yetti Agustien
Friday, February 26, 2021 - 08:00
Kategori Rubrik: