Banyak yang Terusik Dari Zona Nyaman Ketika Dilakukan Perubahan

ilustrasi

Oleh : Agung Wibawanto

Presiden Joko Widodo atau Jokowi hadir secara virtual di acara peringatan ulang tahun ke-22 Partai Amanat Nasional (PAN). Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyebut PAN sebagai salah satu aktor utama kelahiran reformasi di Indonesia. Ia meminta berbagai budaya kerja lama yang tak efisien dan berbelit-belit harus diubah dengan spirit reformasi.

Dengan demikian, Jokowi berharap masyarakat Indonesia bisa melalui krisis ekonomi dan kesehatan dengan selamat, "Kita harus bergerak serentak mendobrak semua tantangan dengan melakukan langkah perbaikan yang extraordinary, untuk melakukan lompatan kemajuan menuju Indonesia maju yang kita cita-citakan," ujar Presiden Jokowi, Minggu (23/8).

"Terlalu banyak orang yang sudah lama menikmati zona nyaman secara ekonomi dan karena status, sehingga merasa terusik ketika dilakukan perubahan-perubahan," tambah Jokowi. Disadari atau tidaj, apa yang disampaikan Jokowi ini dapat berimbas kepada rasa tidak senang bagi sebagian orang. Siapa mereka?

Mereka adalah yang selama ini nikmat berada di zona nyaman. Sebuah kemapanan yang terstruktur dan sekian puluh tahun lamanya memang sengaja dijadikan budaya. Tidak heran jika zona nyaman mereka itu akan terusik dengan gebrakan perubahan yang dilakukan Jokowi dan jajaran kabinetnya. Beberapa kalangan "elite" yang kini merasa gerah mulai menunjukkan rasa tidak senangnya pada Jokowi.

Mereka terus berusaha ingin kembalikan zona aman mereka dengan menyingkirkan Jokowi. Banyak pengusaha kotor, pejabat korup, mafia dan preman yang kini mulai terpinggirkan tersisih dari zona aman dan nyaman mereka. Begitu pun dengan tokoh-tokoh agama yang bukan menebarkan kebaikan kasih dan sayang namun justru menciptakan kegaduhan.

Orang dan kelompok semacam ini telah sekian puluh tahun menikmati uang rakyat dan dilindungi negara, terutama di masa orde baru. Pengakuan pangeran Cendana di laman Twitternya sangat jelas menunjukkan betapa HTI dijaga bahkan dirawat oleh penguasa orba ketika itu. Perubahan dan gebrakan bersih-bersih yang dilakukan Jokowi membuat mereka semakin blingsatan.

Jokowi memang sedang mencari dan menciptakan musuh, tapi ia tidak peduli. Tanpa beban baginya. Ia siap untuk tidak populer, siap untuk tidak didukung para elite petualang kekuasaan. Sepanjang langkahnya untuk keadilan dan kesejahteraan rakyat, Jokowi tidak peduli. Bahkan ia tidak takut sama sekali.

Tidak ada gentarnya meski ada HTI, PA 212, FPI, GNPF Ulama, PKS, Demokrat, dan kini ada KAMI, ditambah media bayaran yang selalu menyudutkannya, ia tidak takut. Jokowi percaya rakyat lah yang akan mendukungnya meski ada kelompok elite yang tidak suka padanya. Untuk itu ia tidak perlu banyak merespon pasukan sakit hati, karena rakyat yang akan menilai.

Kedaulatan ada di tangan rakyat, bukan berada pada segelintir elite yang butuh zona aman dan nyaman mereka kembali. Jokowi tetap fokus bekerja mewujudkan keadilan dan kesejahteraan rakyat, serta melakukan perubahan-perubahan dan terobosan-terobosan baru. Kini, PAN setelah bersih dari pengaruh AR turut diajak untuk melakukan perubahan bersama Jokowi. (Awib)

Sumber : Status Facebook Agung Wibawanto

 
 
Wednesday, August 26, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: