Banyak Hal Bisa Kita Sumbangkan untuk Atasi Pandemi Corona

ilustrasi

Oleh : Agus Mulyadi

Tiga hari lalu, Kalis diminta untuk ikut terlibat dalam gerakan #BantuEkonomiWarga oleh Gusdurian Peduli. Kalis diminta untuk jadi salah satu role campaign donasi di Kitabisa untuk menggalang dana guna membantu orang-orang yang terdampak corona.

Target campaign donasi Kalis 10 juta. Dia agak was-was. Maklum, ia takut kalau target itu tak tercapai. Padahal ya kalau target itu tak tercapai, itu bukan salah dia. Yang penting kan sudah berusaha untuk ikut ambil bagian.

Kalis sampai memaksa saya untuk ikut nyumbang sebagai usaha pancingan agar campaign yg ia bikin nggak nihil-nihil amat.

Kelak, hanya dalam waktu tiga hari, campaign tersebut sudah berhasil meraih 9,3 juta dari 86 orang baik. 9,3 juta. Itu artinya campaign tersebut hampir memenuhi target. Padahal periodenya masih panjang.

Kali lain, kantor tempat saya, Mojok, juga bikin semacam campaign donasi dengan sistem reward. Jadi, nanti siapa pun yang ikut berdonasi bakal digambarin wajahnya oleh ilustrator Mojok.

Tentu saja campaign itu sekadar bentuk tanggung-jawab sosial para awak Mojok terhadap kondisi masyarakat yang memang sedang serba sulit karena corona. Sebuah upaya yang selemah-lemahnya iman.

Mojok tak mematok target donasi dan tidak terlalu berharap akan banyak donasi yang masuk.

Namun kemarin, di grup, laporan tentang campaign ini begitu menggembirakan. Jumlah donasi yang dikumpulkan hanya dalam tiga hari sudah mencapai 7,7 juta. Tak hanya itu, beberapa orang bahkan menawarkan diri membantu ilustrator kami untuk ikut menggambar wajah orang yang berdonasi.

Di sosial media, para dokter membikin semacam gerakan kolektif untuk membuka konsultasi gratis buat orang-orang yang merasa punya gejala corona.

Selebgram-youtuber-influencer berlomba-lomba membagi-bagikan masker dan hand sanitizer.

Beberapa lembaga bikin gerakan memberikan uang untuk memenuhi kebutuhan pokok bagi keluarga yang kepala keluarga berstatus pasien positif corona atau pasien dalam pengawasan sehingga tidak bisa bekerja penuh.

Beberapa penerbit menggratiskan buku digitalnya agar pembaca bisa menghabiskan waktu di rumah dengan bacaan yang menyenangkan.

Musisi-musisi pada bikin streaming live di kanal media sosial untuk menemani para fansnya yang sedang bekerja atau berdiam diri di rumah.

Banyak orang yang berusaha menyalakan lilin alih-alih merutuki kegelapan.

Berbagai hal baik ini tak bisa tidak memang membuat saya sangat optimis kita bisa melewati fase sulit ini.

Wabah virus corona ini mungkin memang melemahkan mental kita, kesehatan kita, juga ruang gerak kita. Tapi di sisi yang lain, ia menjadi pelecut yang menguatkan solidaritas kita, kepedulian kita, dan rasa saling menjaga kita.

Semoga kita semuanya diberi kesehatan dan kekuatan.

Sumber : Status Facebook Agus Mulyadi

 
Sunday, March 22, 2020 - 11:45
Kategori Rubrik: