Banyak Elit Provokasi Lakukan Kekerasan

ilustrasi
Oleh : Muhammad Jawy
 
Saya tidak mendukung tindakan kekerasan yang dilakukan oleh siapapun. Ketika konflik, kerusuhan terlanjur terjadi, siapa yang bisa menjamin disana tidak ada yang tidak melakukan kekerasan? 
 
Ancaman, ketakutan, emosi, semua melebur menjadi satu. Rasionalitas bisa menghilang. Tidak semua orang bisa memiliki psikologi konflik yang baik, seberapapun terlatihnya ia. Mau masyarakat umum, aparat pun sama saja. Kalau mau menengok kisah para veteran perang Amerika, banyak dari mereka yang selesai perang, hidup dalam depresi, ada yang duluan bunuh diri, lainnya terjerat dalam kecanduan alkohol.
 
Maka yang patut pertama kita kutuk adalah pada elit yang menjerumuskan masyarakat hingga saling berkonflik. Konflik selalu melahirkan korban tidak pandang bulu dari mana.
 
Tak heran, beberapa ulama sangat firm mengharamkan demonstrasi dalam segala bentuk, karena ia membuka jalan terjadinya konflik. Kalaupun ada yang berpandangan lain, tentunya tetap dengan syarat, bahwa demonstrasi itu tidak sampai merusak jiwa dan benda.
Artinya kalau memaksakan demonstrasi sedang ia tak bisa menjamin keselamatan sekelilingnya, tentu ia sedang menjerumuskan ummat ke dalam kenistaan. Apalagi kalau alasan demonstrasi itu sangat lemah ditinjau dari sudut manapun. Apalagi kalau masih ada jalan lain yang lebih terhormat, lebih selamat, lebih sesuai dengan agama, untuk mencari jalan keadilan.
 
Jadi menyalahkan pelaku kekerasan saja, tapi enggan melihat akar masalahnya, adalah kebodohan terbesar yang terjadi. Sudah tahu kalau pengerahan massa itu bisa membuka jalan mafsadat, namun tetap ngotot dan ngeyel karena egonya, itu adalah kedzaliman yang nyata.
 
Marilah jadi ummat yang cerdas, mampu memilah masalah antara akar dan cabangnya, dan bertindak sesuai prioritas, berlandaskan informasi yang shahih, bukan mengandalkan informasi hoaks.
 
Sumber : Status Facebook Muhammad Jawy
 
 
 
 
Sunday, May 26, 2019 - 16:15
Kategori Rubrik: