Bantuan Presiden itu Sudah Lama

ilustrasi

Oleh : Wahyu Sutono

"Bila yang dilakukan Presiden Jokowi semuanya dianggap salah dan tak tersisa sedikit pun kebaikan, maka Anda harus memeriksakan hati Anda yang sakit."

Jangan suka pura-pura tidak paham bila sembako yang berlabel "Bantuan Presiden" yang Anda beserta rombongan ributkan itu diambil dari mata anggaran "Pengelolaan dana operasional dan bantuan Presiden serta dana bantuan kemasyarakatan Presiden."

Mata anggaran tersebut sudah ada sejak era pemerintahan sebelumnya, hanya saja selama ini banyak masyarakat luas yang tidak tahu digunakan untuk apa saja. Baru di era Presiden Jokowi-lah penggunaannya terbuka sehingga bisa diketahui siapa yang menerimanya. Bahkan di era SBY pun biasa dilakukan. Selain itu agar tidak ada oknum yang memanfaatkan momentum ini untuk mengaku-ngaku bila itu n
Bantuannya, dengan tujuan politis.

Penggunaan mata anggaran tersebut semuanya tersistem, akuntabel, terbuka untuk publik dan laporannya dilakukan secara transparan. Karenanya bantuan tersebut dinamakan Bantuan Presiden sebagai lembaga negara, dus 'Bukan' pribadi.

Beda halnya bila dananya diambil dari uang pribadi seorang Joko Widodo, mungkin akan dilabeli "Bantuan Jokowi," atau malah sama sekali tidak ditulisi nama Jokowi, karena seorang Jokowi bukan tipe orang yang riya, juga tak haus populeritas. Seperti yang kerap Jokowi lakukan selama ini tanpa publikasi.

Catat juga ya Zon.. Pak Jokowi 'Tidak' perlu pencitraan, karena 2024 sudah tidak maju lagi dalam kontestasi Pilpres. Juga nggak usah bicara 'Uang Rakyat,' karena uang rakyat pun sebagian untuk membayar gajimu..!

Kemudian untuk Ayah Naen, mengapa tas bantuan sembako itu tidak menggunakan lambang Garuda Pancasila, tapi logo bergambar bintang. Itu karena logo resmi untuk Lembaga Kepresidenan Indonesia yang dibentuk pada tahun 1945 oleh Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Lembaga lainnya pun memiliki logo tersendiri yang berbeda.

"Lalu bila kalian merasa bansos presiden agak terlambat sedikit sudah pada brisik, giliran bansos DKI Jakarta yang jauh lebih terlambat dan berantakan, mengapa diam?"

"Sekarang, biarkan rakyat pekerja harian atau yang ekonominya kurang, bisa menerima bantuan dengan senyum bahagia. Itu memang sudah rezekinya, dan kalian para pendengki segeralah berbesar hati untuk belajar akan arti kemanusiaan, jangan hanya nyinyir melulu."

Oke Zon, Zul, dan Sugeng, sekarang ditunggu bansos kalian, bukan hanya nyinyir melulu..

Sumber : Status Facebook Wahyu Sutono 

Saturday, May 2, 2020 - 13:30
Kategori Rubrik: