Banteng Belum Terluka.....

ilustrasi

Oleh : Prasetyo BoediFrast

Apakah provokasi membakar bendera itu sudah melukai Banteng lemu ginuk-ginuk ini ? Saya rasa kok belum itu ibaratnya baru seperti gigitan laler ijo yang suka ada di sekitaran taik "kebo".

Mampukah PDI-P membalas aksi massa kelompok "laler ijo" tersebut? ups jangan lupa PDI-P itu Partai yang punya massa riil 20 Jutaan dan itu sebagian adalah massa Ideologis dan ada pulak yang Radikal ( semboyan biar gepeng asal banteng masih banyak saya temui di pelosok kampung menyebar di seluruh kepulauan Indonesia).

Struktur komando-pun PDI-P punya asal ada perintah dari Ketum bahkan anak Ranting yang struktur terendah pasti akan sukarela kirim massa (apalagi kalau ada bohir yang berangkatin plus duit & nasi bungkus buat massa pendemo ). Tapi saya rasa itu tak akan di lakukan oleh PDI-P yang saat ini adalah elite penguasa ini beda dengan Banteng dahulu yang belum berkuasa dan terluka akibat represifnya ORBA. Jejak Sejarah sudah menunjukan Keberanian Banteng2 yang rela gepeng melawan Rezim ORBA yang represifnya jauh berkali-kali di atas Pemerintahan Jokowi ( he...he..he...Jokowi kok represif ya ?? kayak gini Represif lha era ORBA nyebutnya apa : rezim Dajjal Bengis Neraka Jahanam ?).

PDI-P sebelum membalas aksi massa yang kemungkinan akan banyak memakan korban bisa di pastikan akan mengambil langkah lain yang elegan: Langkah Hukum & Langkah Politik terlebih dahulu..

PDI-P dan jaringan Partai Lain yang sekoalisi di DPR bisa saja memanggil Sri Mulyani sebagai Menkeu bahkan bisa juga memanggil Jokowi sebagai Presiden jika situasi sangat mendesak. Langkah Politik yang bisa diambil adalah dengan menanyakan bagaimana perkembangan penarikan Asset Yusuf Martak & Lapindo ? (Martak inilah yg diindikasikan terlibat dalam demo pembakaran Bendera itu) dan kemudian kalau masih kurang paksa juga Presiden Jokowi untuk cepat2 menyelesaikan Kasus Jiwasraya yang melibatkan Bank Bukopin dan OJK yang di bawah Menteri Keuangan).

Terus apakah si "koppig" SMI mau melakukan tekanan DPR ? Kalau di inget2 sejarahnya mah SMI akan dengan suka ria akan melakukan tekanan itu tentu saja asal dengan dukungan Penuh Presiden & DPR.

20 Mei 2010 Menteri Keuangan Sri Mulyani digantikan oleh Agus Martowardojo. Pergantian Sri Mulyani menyusul pengunduran dirinya dari jabatan Menteri Keuangan di kabinet SBY.

Apa sebab pengunduran diri SMI ? Yups karena ada tekanan Bakrie yang Ketum Partai Golkar lewat Anggota DPR Partai Golkar ( Idrus Marham saat itu yang sering bersuara keras thd SMI). SMI di tekan karena di sinyalir ada keterlibatan dalam penggangsiran dana Century yang di duga melibatkan Boediono & SBY.

SMI saat ini mengusut kasus pengemplangan Pajak perusahaan-perusahan milik Bakrie & Menolak memberikan bantuan saat Saham Bumi Resources yang tambang batu bara (ada 5 saham lainya) terpuruk di pasar saham.
Perselisihan itu mengemuka ke publik gara-gara SMI menolak pembukaan lagi perdagangan saham beberapa Perusahaan milik Keluarga Bakrie dan beberapa koleganya. Bahkan SMI berani melakukan Pencegahan keluar negeri eksekuti Perusahan Tambang batubara Bumi milik Bakrie.
Lewat deal politik dan Posisi Aburizal Bakrie sebagai Ketua Sekertariat Gabungan Koalisi dengan persetujuan SBY akhirnya SMI disingkirkan dari kabinet & hampir saja di kasuskan kasus hukum Century.

Dengan "kekuatan" yang di punyai PDI-P & Megawati apakah masih perlukah mengerahkan demo besar-besaran??
( Disinyalir Bakrie juga ada di balik demo2 kadrun lewat Martak - inget karni ilyas di TV-One ).

Dan SMI pasti akan suka melakukanya ........karena pernah terancam integritas-nya jadi napi Koruptor saat itu.

Tapi pendekatan hukum & Politik di negeri ini biasanya di selesaikan dengan "baik-baik" lewat deal-deal politik yg di korbankan cukup pelaku pembakaran - naik dikit korlap aksi ( Selain ET kayaknya Martak & Ical pasti akan "come to mamak banteng" kita lihat saja perkembanganya).

Sumber : Status Facebook Prasetyo BoediFrast

Monday, June 29, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: