Bank Haramkah?

ilustrasi

Oleh : Ahmad Sarwat Lc MA

Bukan apa-apa, setidaknya ada perbedaan pandangan di kalangan para ulama kontemporer dalam memandang masalah bank. Sejak dari tashawwur awal seudah berbeda. Takyifnya juga tidak sama. Maka kalau hasil fatwanya juga berlainan, jangan stres dulu ah.

Semua masalah muamalah memang rentan khilafiyah. Apalagi muamalah mu'ashirah yang belum ada 100-an tahun yang lalu. Masuk ranahnya fiqih nawazil. Khilafiyahnya sangat dinamis.

Nyaris tidak kita temukan yang statusnya mencapai ijma' dalam ranah yang satu ini. Bahkan banyak fatwa yang keluar dari mulut seorang mufti, kemarin A hari ini sudah B. Bukannya munafik, tapi memang dinamikanya sangat tinggi.

So, ketika Syeikh Ali Jumah tidak mengharamkan bunga bank, mungkin buat sebagian kalangan yang sejak orok sudah dijejali fatwa haramnya bank, dia akan stres berat. Malahan kalau kurang ilmu dan adab, boleh jadi dia akan langsung mengkafirkan Beliau.

Padahal buat kita yang sejak lama sudah belajar ilmu fiqih perbandingan mazhab, santai saja. Fiqih itu pada dasarnya memang belajar khilafiyah. Nama jurusannya fakultas syariah saya pun sudah spesifik : Jurusan Perbandingan Mazhab.

Soal ujian kami berkutat pada menjelaskan berbagai perbedaan pendapat para ulama, dilengkapi dengan dalil masing-masing, dan sebab kenapa bisa terjadi perbedaan pendapat itu.

Sedangkan yang modal ilmunya cuma ngaji-ngaji kesana kemari, ciri khasnya mudah ditebak, yaitu sedikit-sedikit bilang haram, najis, munafik, fasik, kafir dan sejenisnya.

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Monday, March 23, 2020 - 10:15
Kategori Rubrik: