Banjir Nabi Nuh

ilustrasi
Oleh : Ahmad Sarwat
Kisah dalam Al-Quran sebenarnya banyak memberi inspirasi kepada kita. Salah satunya konsep menghadapi banjir di zaman Nabi Nuh alaihissalam.
Banjirnya bukan sembarang banjir, tapi banjir total yang menenggelamkan seluruh negeri.
Maka antisipasinya adalah bikin bahtera (ark). Dalam istilah Al-Quran disebut al-fulk :
وَاصْنَعِ الْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا وَلَا تُخَاطِبْنِي فِي الَّذِينَ ظَلَمُوا ۚ إِنَّهُمْ مُغْرَقُونَ
Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim itu; sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan. (QS. Hud : 37)
Konsep bahtera ini sangat jitu, karena bisa mengantisi banjir sebesar apapun, bahkan bisa melawan gelombang pasang yang jadi ombak besar sebesar gunung.
وَهِيَ تَجْرِي بِهِمْ فِي مَوْجٍ كَالْجِبَالِ
Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung (QS. Hud : 42)
Sebagian orang ada yang mencoba mengantisi banjir itu dengan naik ke atas gunung. Salah satunya upaya putera Nuh sendiri. Namun teknik itu gagal total. Maski sudah naik gunung tinggi, tapi tetap saja tenggelam.
قَالَ سَآوِي إِلَىٰ جَبَلٍ يَعْصِمُنِي مِنَ الْمَاءِ ۚ قَالَ لَا عَاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِلَّا مَنْ رَحِمَ ۚ وَحَالَ بَيْنَهُمَا الْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ الْمُغْرَقِينَ
Anaknya menjawab: "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Nuh berkata: "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang". Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan. (QS. Hud : 43)
Menghadapi banjir dimana-mana saat musim penghujan ini, mungkin kah kita bikin konsep rumah tahan banjir berupa kapal laut?
Mau banjir setinggi lutut, dada atau kepala orang dewasa sekalipun, santai saja. Toh rumahnya akan mengapung mengikuti permukaan air.
Kan banjir itu langganan rutin tiap tahun. Bahkan di Jakarta ini ada fase 4 tahunan segala. Kalau rumah penduduk dibuat semacam perahu atau kapal laut, maka kala banjir kan tidak perlu ngungsi ke barak pengungsian, atau ke kelurahan, masjid atau gereja.
Dan di musim tidak banjir pun bisa saja tetap mengapung di atas sungai, rawa atau sekalian di laut. Kalau di laut, tidak perlu ribut beli tanah, tidak perlu bayar PBB pula.
Ah ngayal aja . . . Hehe
Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat
Sunday, February 21, 2021 - 10:15
Kategori Rubrik: