Banjir Jakarta Bukan Kiriman

ilustrasi

Oleh : Win Wan Nur

Menurut ahli hidrologi, Bintang R. Wananda, 70% banjir Jakarta kemarin adalah banjir lokal, bukan kiriman, jadi : Soal banjir Jakarta ini, intisarinya adalah operasi pompa: kurang dan telat.

Menurut peraih medali perak pertama untuk Indonesia dalam ajang Olimpiade Geografi Internasional (International Geography Olympiad, IGeO) tahun 2012 di Koeln, Jerman ini, berdasarkan data yang ada, pompa Jakarta cuma bisa mengatasi 1/5 debit maksimum kalau banjir kiriman ikut datang memberi sumbangan air. Jadi mau tidak mau, solusi sementara sebelum bendungan Ciawi dan Sukamahi kelar 2021 adalah perbanyak pompa. 

 Inilah versi modern dari pepatah lama "SEDIA PAYUNG SEBELUM HUJAN" Tapi kenyataannya, menjelang musim hujan, alih-alih menganggarkan dana untuk memperbanyak dan merawat pompa yang sudah ada. Anies malah memotong anggaran penanggulangan banjir jadi lebih kecil dari tahun sebelumnya.

Terus, lulusan Teknik Geodesi dan Geomatika ITB yang bersama tiga koleganya yang lain pernah pula menyabet penghargaan Best Poster and Presentation Award dengan presentasi yang berjudul "Karst Hydrology in Relation with Drought Problem in Gunung Kidul, Yogyakarta, Indonesia" ini juga bilang, sebenarnya Waduk Lepas Pantai akan sangat oke banget buat menngatasi banjir. Tapi lagi-lagi, Anies Baswedan tidak setuju dengan solusi ini. Dan seperti biasa, ketika Anies tidak setuju dengan solusi ini, dia sama sekali tidak menawarkan solusi lain sebagai gantinya.

Sumber : Status Facebook Win Wan Nur

Saturday, January 4, 2020 - 10:15
Kategori Rubrik: