Banjir Citarum dan Mismanajemen

Ilustrasi

Oleh : Damar Wicaksono

Sori lagi gregetan ama simpatisan parpolnya Aher yang ngutak-atik dan mencela Jokowi dan Ahok melulu. Padahal parpol yang mereka dukung tak punya satu saja kader yang berprestasi sebagai pemimpin daerah.

Ahmad Heryawan mungkin tak bisa disalahkan sepenuhnya terhadap sekian kerusakan lingkungan di Jabar, termasuk banjir Sungai Citarum yang makin tahun makin parah. DAS Ciliwung sendiri adalah wewenang pusat. Namun pusat punya banyak sekali skala prioritas di luar Jawa.

Tapi Aher lupa bahwa ia bisa berbuat sesuatu, mengajak masyarakat menjadi partisipan penjaga Citarum. Tak hanya sekedar meminta warga berdoa. Tak hanya sekedar bilang "itu kewenangan pusat"

Malu ngga sih, tiba2 Pangdam Siliwangi yang baru, Mayjen Doni Monardo, menginginkan kerja bersama dan menawarkan pasukannya untuk membersihkan Citarum dan menata DASnya. Setelah bertahun lamanya, akhirnya warga kab. Bandung bagian selatan akan melihat keseriusan pemerintah (provinsi)nya bergerak menormalisasi Citarum

Upaya penanganan terhadap persoalan Sungai Citarum sudah dilakukan bertahun-tahun, tetapi belum ada hasil yang memuaskan. Penanganannya memerlukan kesungguhan dari semua pihak.

Sehubungan dengan itu, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo menilai bahwa perlua ada komando dalam menangani dan menata Sungai Citarum ini.

"Energi dan biaya sudah tercurahkan, cuma satu yang kurang, komando," ujar Doni

Terlihat jelas kan kualitasnya? Dia sudah 9 tahun jadi gubernur lho. Koordinasi dan komando, BISA BANGET dia lakukan.

Nunggu Pak Doni dan Presiden dateng kemaren??

Ngga penting itu WTP kalo cuma utk pencitraan

Ngga perlu itu penghargaan segambreng kalo banjir tahunan di sungai yang lintas kota cuma diatasi dengan doa

Saya corat-coret ini juga karena prihatin bisnis kawan saya surut akibat banjir permanen di Bandung Selatan

Sumber : Status Facebook Damar Wicaksono

Thursday, December 7, 2017 - 14:30
Kategori Rubrik: