Bangsa Yang Dibuat Murah

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Proses demokrasi dicabik oleh sekelompok orang yg nafsunya diubun-ubun mau berkuasa.

Adalah Prabowo sbg sosok yg menampilkan dan ditampilkan sbg sosok yg pantas utk memimpin bangsa besar Indonesia, tapi tak laku dijual, di framing macam-macam, sampai buat istana di Hambalang, tetap saja nyungsep kelelep. 

Sejak 2004 ikut kovensi Golkar, gak laku, dan sampai skrg tetap tak bisa dijual, kalaupun ada yg beli tak cukup modal utk membual bhw dia adalah pemimpin handal.

 

Puncak kegilaannya adalah 2019, dimana sejak 2014 dia diposisikan sbg pemenang yg dicurangi, shg seolah dialah presiden yg sesungguhnya. Hebatnya dia dijaga dgn narasi yg bertentangan dgn kebenaran. Bagaimana mungkin sebuah pemimpin yg disiapkan dijaga dgn narasi kebohongan berkelanjutan. Lihat saja dari isu PKI sampai puncaknya dicurangi dalam kontestasi, hebatnya semua klaim menang dan curang tanpa data sama sekali. Benar-benar brutal, sosok yg hadir semua berjibaku dgn cara membenturkan rakyat, mendoktrin kebencian kepada pemerintah sampai sumpah serapah yg akhirnya jadi budaya lumrah, anak muda dan emak-emak yg nalarnya tak lagi terisi bibit kebaikan, ini membahayakan, karena mereka menjadi pelaku dan sekaligus contoh.

Lihat saja ajakan people power, mendelegitimasi KPU, Bawaslu dan MK. Semua koridor hukum ditolak, mereka yg katanya calon pemimpin bangsa ini menjelma menjadi provokator, mereka kalap bak babi buta yg lapar, mereka sdh tak bisa membedakan mana kebaikan mana kebejatan.

Sore ini, bacot FZ kembali lagi bak nyalak anjing gila, dia mengatakan yg mau demo ditakut-takuti bom. Polisi yg sdh menangkap 69 teroris dgn semua bahan bukti bom dia bilang nakut-nakuti, saya berfikir kenapa jenis manusia begini kok gak mati saja agar tdk menebar wabah keonaran sosial yg memecah bangsa besar ini.

Saya awam ttg hukum, kenapa orang yg mulutnya terus menghasilkan hasutan bisa bebas berkeliaran, sementara banyak orang yg hanya ngutil buah tetangga bs masuk penjara, inilah ironisnya Indonesia, kadang sampai kita lupa ini negara atau bilik mainan para politikus licik

Bibit ini, sel ini harus dimatikan segera tanpa harus menunggu lama, kedepannya tidak lagi ada pembiaran manusia sejenis Amin Rais, Kivlan, Permadi, dan kelompok Arab yg menjual ras seolah ras pilihan Tuhan dan menjual agama, dst. Khususnya jgn ada lagi capres yg pikirannya tak pernah beres. Kita jadi dibuat stress.

Semoga setelah 22 Mei kita kembali seperti semula, tenang, dan Jokowi bs melanjutkan pembangunan utk masa depan Indonesia, dan kita bs mendapat pemiimpin lanjutan yg cm nafsunya besar utk berkuasa sementara akhlaknya tak layak dijadikan panutan anak bangsa.

#JOKOWIMENANGLAGI

Monday, May 20, 2019 - 23:30
Kategori Rubrik: