Bangsa Bermental Kepiting

Ilustrasi

Oleh : Danial Sutami

Cerita ini saya dengar ketika menjadi fasilitator sebuah pelatihan. Jadi ada seorang yang sedang berjalan-jalan di pasar. Ketika sedang asyik melihat-lihat, pandanganya terhenti pada sebuah kios pedagang yang menjual kepiting. Sekilas tidak ada yang aneh dari dagangannya, namun sumber keheranannya berasal dari sebuah keranjang rotan yang berisikan sejumlah kepiting yang masih hidup. Dan keranjang tersebut tidak ditutup!

Penasaran ia menghampiri si pedagang dan bertanya mengapa ia tidak menutup keranjang rotan berisi kepiting-kepiting hidup itu. Apakah dia tidak khawatir kalau kepiting itu pada kabur. Dengan santai si pedagang menyuruh orang tersebut untuk melihat sendiri ke dalam keranjang tersebut.

Orang itu pun mendekati keranjang dan melongok isinya. Disitu ia melihat sendiri alasan mengapa si pedagang tidak perlu menutup keranjang rotan itu untuk mencegah kepiting-kepiting dagangannya kabur.

Tiap kali ada diantara kepiting itu yang berusaha memanjat keluar dengan menggunakan celah-celah keranjang rotan sebagai pijakan, maka kepiting-kepiting yang lain akan beramai-ramai menariknya turun kembali. Begitu seterusnya mereka terjebak.

Sampai hidup mereka berakhir di panci penggorengan kita.

Mungkin saya salah, tapi perilaku serupa tampaknya ditunjukkan oleh bangsa kita saat ini.

Saya pernah mendengar kisah dari orang-orang Indonesia yang mencoba peruntungan dengan menjadi imigran gelap di negeri orang. Well mungkin ini bukan contoh yang baik karena ada sedikit unsur melanggar hukum disana. Tapi ada hal yang bisa jadi refleksi juga buat kita.

Sementara imigran gelap yang berasal dari Cina dan Filipina saling melindungi satu sama lain agar bisa terhindar dari deportasi, orang Indonesia justru saling melaporkan!

Sungguh, gampang sekali membuat bangsa ini tetap bodoh dan terbelakang. Jual saja isu-isu agama yang akan membuat kita terus saling menjatuhkan. Terjebak oleh keegoisan kita sendiri. Dimana iman yang eksklusif mengatasi nurani, dan semakin menggerus rasa solidaritas kita sebagai sebuah entitas solid yang bernama Indonesia. Sampai nanti kita semua berakhir dalam panci penggorengan bangsa-bangsa lain.

So from now on... CUT THE CRAB!

Sumber : Status Facebook Danial Sutami

Friday, June 22, 2018 - 18:30
Kategori Rubrik: