Bangsa Arab

Ada yang mengklaim…, bahwa masyarakat Arab kontemporer adalah keturunan dari Ya’rub bin Qahtan (keturunan Nabi Hud)…, yang kemudian dikenal dengan sebutan “Arab Qahtani” yang aslinya dari Yaman.

Kelompok “Arab Qahtani” ini mengklaim sebagai “Arab asli”…, dan menganggap kelompok “Arab Adnani” sebagai “Arab KW”…, atau “kelompok yang mengalami proses pengaraban” (Arabized Arabs).

“Arab Adnani” (adnaniyyun)…; adalah masyarakat Arab keturunan Ismael via Adnan…, yang kemudian mengalami proses “Arabisasi” ketika migrasi ke Jazirah Arab.

Ada pula sejarawan yang menganggap…, bahwa masyarakat Arab kontemporer adalah keturunan dari kelompok Arab Nabatea…, yang pernah mendirikan kerajaan di dekat Petra (sebuah kota historis di Yordania selatan) di abad ketiga SM.

Hingga kini…, meskipun “secara virtual” ada kelompok etnis/suku yang bernama “Arab”…, tetapi dalam realitasnya sangat kompleks dan tidak mudah untuk dijabarkan.

Apalagi kini mereka terpecah menjadi ribuan sub-suku dan klan…, serta berkeping-keping menjadi puluhan negara (tercatat kini ada sekitar 22 negara yang tergabung di “Liga Arab”) yang mengatasnamakan “Arab”…, dan mengembangkan identitas “Arabness” yang sesuai dengan “cita rasa” lokal masing-masing negara.

Maka kemudian…, berkembanglah “genre” baru…: Arab Qatari…, Arab Emirati…, Arab Omani…, Arab Bahraini…, Arab Kuwaiti…, Arab Saudi…, dan lain sebagainya yang saling beradu keotentikan.

Jamak diketahui…, kalau masyarakat Arab di Saudi…, Mesir, Irak…, dan Libanon misalnya saling kontes dan “beradu kearaban”.

Jadi…, jangankan antarkelompok Arab yang tinggal di negara Arab berbeda…; masing-masing suku dan kelompok Arab yang tinggal di negara yang sama pun mengklaim sebagai yang “paling Arab” atau “yang paling otentik” ke-Arab-annya.

Di Arab Saudi misalnya…, jamak diketahui kalau sebagian suku Arab tertentu mengklaim sebagai “yang paling Arab” ketimbang suku Arab lainnya…, meskipun sama-sama tinggal di kawasan Semenanjung Arabia.

Kompleksitas identitas Arab ini semakin bertambah kompleks…, sejak munculnya “generasi hybrid” di Indonesia…; yang bernama “Arab Fesek”…, “bergaya ngarab” meskipun hidungnya ambles dan manuknya mini.

Rahayu.

Sumber : Status Facebook Buyung Kaneka Waluya

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *