Bandara Wiriadinata, Buka Pengembangan Wisata Lokal

ilustrasi

Oleh : Budimansyah

Peresmian Bandar Udara baru di Jawa Barat atau tepatnya di Kabupaten Tasikmalaya, membuka peluang baru bagi pekerja di sektor pariwisata. Karena selama ini akses ke kabupaten Tasikmalaya, Garut, Majalengka, Pangandaran maupun Ciamis hanya diakses dari ibu kota propinsi. Oleh karena itu, pekerja pariwisata menyambut baik diresmikannya Bandara Wiriadinata ini.

Awalnya bandara ini merupakan bandara milik TNI AU dan bernama Cibeureum tetapi didorong oleh pemerintah daerah setempat supaya digunakan secara optimal. Apalagi kawasan selatan membutuhkan akses yang lebih mudah dibandingkan dengan jalur darat dengan medan yang memang berkelok serta terjal.

Wiriadinata, semula hanya memiliki runway sepanjang 1200 meter tetapi kini sudah bertambah hingga 1.600 meter dan memungkinkan pesawat besar mendarat.

Beberapa maskapai termasuk garuda sudah menyiapkan armada melayani rute ke Tasikmalaya. Yang sudah beroperasi salah satunya yakni Wings Air dengan tujuan Solo - Tasikmalaya PP. Bagi yang mengetahui tepian pantai selatan di kawasan Jawa Barat ini sebenarnya sangat indah. Hanya saja selama ini banyak belum tergali secara optimal.

Pemda Pangandaran, Tasikmalaya bahkan Garut bisa meniru langkah yang dilakukan oleh Gunungkidul dalam mengembangkan wisata pantai.

Dampak dibukanya Wiriadinata ini sebenarnya bukan hanya pada orang yang memiliki uang saja. Jika Pemda kreatif, maka inilah saatnya memompa potensi daerah dalam menarik kunjungan wisata. Kita juga mengenal berbagai budaya setempat yang luar biasa di kawasan ini. Apalagi Garut paska kepemimpinan Dedi Mulyadi menjadi sangat ikonik baik infratsrukturnya maupun kearifan lokal. Semestinya sembari menunggu proses pembukaan akses bandara makin ramai, Pemda bisa segera merancang berbagai sajian atau membangun wisata secara optimal. Tentu bukan wisata modern, melainkan melandaskan pada adat istiadat setempat.

Dengan demikian, Wiriadinata pada akhrinya bukan sekedar seremoni atau kemudahan akses bagi para pebisnis namun juga turut dinikmati masyarakat secara luas. Para kepala daerah harus duduk bersama berbagi peran mengoptimalkan sumberdaya manusia maupun alam yang bisa di eksplorasi menjadi sumber-sumber pendapatan baru.

Tuesday, March 12, 2019 - 08:45
Kategori Rubrik: