Balok Di Mata Prabowo

Oleh; Guntur Wahyu Nugroho

 

Baru saja Prabowo menyuguhi publik orasi kampanye "ndagel" yang bikin banyak kalangan melongo, tersenyum kecut geleng-geleng kepala sambil mengelus dada. Dengan heroiknya, Prabowo mengatakan siapapun pihak yang akan mengganti Pancasila akan berhadapan dengannya. Pidatonya disambut dengan gegap-gempita para pendukungnya seraya mengibarkan bendera partai terlarang, HTI.

Apakah Prabowo betul-betul buta, partainya sedang menapaki jalan fasisme ( ideologi yang bertujuan mendisiplinkan masyarakat supaya seragama walaupun harus dengan paksaan fisik) yang bertentangan dengan Pancasila ? Apakah Prabowo tidak melihat bahwa kalangan ideologis radikal dan intoleran-radikal agamis yang secara jelas ingin mengganti Pancasila, berada dalam barisannya ?

 

 

Bukankah ini ibarat selumbar di mata lawan politiknya terlihat jelas sedangkan balok di matanya tidak terlihat ? Kalau demikian, adakah di antara para pendukung Prabowo yang pancasilais ? Tentu ada namun mereka menjadi kelompok minoritas, sangat amat kecil.

Dan apakah Prabowo seorang Pancasilais ? Kalau mencermati klaim yang kerap dibangga-banggakannya sebagai tolok ukur bahwa dirinya setia pada Pancasila tidak lain ialah bahwa ia seorang prajurit yang rela menyerahkan nyawanya untuk NKRI. Namun kita sama-sama tahu bagaimana rekam jejak buruk Prabowo di dunia militer yang berakhir dengan pemecatannya.

Setia kepada Pancasila baru sebatas jargon dan Slogan. Sama halnya dengan jargon Orde Mertuanya, Diktator Terkorup di Dunia, Soeharto yang bertekad melaksanakan Pancasila dan UUD'45 secara murni dan konsekuen. Pada prakteknya ialah menyelewengkan Pancasila dan UUD'45 secara murni dan konsekuen.

Bisakah ditunjukkan satu contoh saja sikap Prabowo yang memperlihatkan kesetiaan pada Pancasila ? Dengan tidak jadi melakukan kudeta thd pemerintahan Habibie pada saat itu ? Dengan membiarkan partainya berkarakter fasis ? Dengan tutup mata dan membiarkan kelompok radikal dan intoleran berada dalam satu barisan untuk merebut kekuasaan ? Dengan membiarkan pendukungnya menyebarkan hoax dan ujaran kebencian bahkan mendelegitimasi Pemilu dan KPU ?

Cara-cara Prabowo dalam mengidentifikasi persoalan, akar permasalahan serta tawaran solusi, tidak ada satupun yang konkret dan mendalam selain dengan mengedepankan janji-janji, jika saya berkuasa, jika saya menjadi presiden.

Prabowo melihat Presiden ibarat mengenakan kostum "Ironman" yang mana dia berimajinasi bisa melakukan apapun meskipun itu melanggar hukum seperti menjemput tersangka kasus chat mesum yang tidak kunjung pulang.

Lagipula sekuat apa Prabowo apabila berhadapan dengan kelompok ideologis anti Pancasila dan intoleran radikal ? Bukankah seharusnya Prabowo mulai serius bertanya mengapa kelompok-kelompok radikal itu aman dan nyaman bersekutu dengannya ? Boleh jadi mereka bersepakat saling memanfaatkan dan menunggangi dan apabila berkuasa saling berbagi kavling kekuasaan. Kalau itu terjadi, bukankah hanya menunggu waktu saja Pancasila diganti ?

Pak Prabowo .... singkirkanlah balok di mata mu terlebih dahulu.

 

(Sumber: Facebook Guntur WN)

Monday, March 25, 2019 - 21:30
Kategori Rubrik: