by

Balaikota Semakin Panik

Oleh : Karto Bugel

(Formula E). Co-Founder Formula E Alberto Longo menyebutkan bahwa Presiden Jokowi bakal menentukan venue Formula E Jakarta.”Serius?”Itu terdengar seperti seseorang yang dengan licik memberikan air sisa kobokan dan kemudian diberikan ke orang lain dengan niat disuruh mencucinyaGak bisa kaya gitu. Anis yang memulai, Anis pula yang harus mengakhiri. Sejak awal, inisiatif, skenario pembiayaan, dan hingga kepanitiaan penyelenggaraan Formula E adalah menjadi domain Pemprov DKI. Semua hal terkait Formula E harus menjadi tanggung jawab Pemprov DKI.

Bahwa terkait penyelenggaraan harus melakukan koordnasi dengan banyak pihak terkait, itu hal lumrah. Namun bukan lantas menyerahkan bulat-bulat apa yang telah diawalinya. “Benarkah Gubernur telah mengajukan permintaan waktu untuk bertemu dengan Presiden?” Kabarnya sih benar demikian. Dalam keterangan persnya, stafsus Mensesneg memberi keterangan seperti itu dan konon CEO Formula E Alberto Longo akan diajaknya serta.”Bukankah Alberti Longo telah mengatakan bahwa venue balap mobil listrik di Jakarta tersebut akan diumumkan oleh Presiden sebelum Natal ini?” Alberto pernah mengatakan bahwa saat ini, lima calon venue balap Formula E Jakarta masih tahap uji kelayakan. Lima calon sirkuit itu antara lain di wilayah Sudirman, PIK, kawasan dekat Stadion JIS, JIExpo Kemayoran, dan Ancol.

“Jadi kita akan melakukan semacam feasibility study untuk di lima lokasi ini terlebih dahulu sebelum nanti diumumkan sebelum Natal dan mudah-mudahan sebelum Natal sudah ada keputusannya. Kita akan melanjutkan proposal kepada Presiden Republik Indonesia dan beliaulah yang akan mengambil keputusan,” ujar Alberto dalam jumpa pers, Rabu (24/11/2021).”Presiden yang akan umumkan??” Bukan hanya Alberto, Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia Bambang Soesatyo pun bahkan pernah turut berbicara hal yang sama. Ia menuturkan lima calon venue balap itu akan diajukan ke Presiden Jokowi.”Jadi ada lima yang kita ajukan ke Presiden. Kira-kira mana yang beliau sarankan, plus-minus dari wilayah-wilayah,” ujar Bamsoet dalam jumpa pers.

Untuk supaya agar pernyataannya sangat menarik, Bambang juga berungkap bahwa hal itu penting bagi Pariwisata Indonesia. “Kita harapkan event ini bisa meningkatkan banyak pariwisata. Penggemar otomotif dunia hadir di sini dan disiarkan lebih dari 150 televisi dunia dan disaksikan ratusan, minimal lebih dari 1,8 miliar seperti yang kemarin di Mandalika,” sambungnya. “Koq aneh Bambang Soesatyo seolah ikut bantuin Anis?” Bila tiba-tiba seolah Presiden yang harus mencucinya, Presiden dikonotasikan yang seolah harus menentukan di mana lokasinya setelah ratusan pohon mahoni hilang dari Monas namun masih juga gagal dan kemudian ada kabar akan pindah ke pulau reklamasi pun tak ada jejak kabar lagi, itu jelas bentuk frustasi Gubernur. Dia sedang pusing tujuh keliling.

Saat Gubernur ingin bertemu dengan Presiden, sebaiknya Pemprov DKI dan panitia penyelenggara telah menuntaskan semua permasalahan yang dihadapi. Di sana ada masalah Venue, jalur, termasuk tata kelola, semuanya harus sudah dipersiapkan dengan sebaik-baiknya, sesuai peraturan perundang-undangan dan kepatutan, dan kemudian baru minta waktu sama Presiden. Apa yang kini sedang kita dengar adalah tentang usaha para pihak terkait Formula E menarik-narik Presiden pada wilayah yang tak seharusnya. Ada usaha ingin melibatkan Presiden masuk wilayah yang bukan miliknya.

Apakah Presiden Jokowi akan tergeret masuk pada jebakan itu, hanya orang-orang bodoh saja yang berpikir Presiden akan terpeleset pada skenario itu. Dia terlalu pintar apalagi untuk hal akal-akalan seperti ini. Presiden cuma mesam mesem dan dengan pintar meminta Faldo Maldini sebagai stafsus Mensesneg tampil dan membuat keterangan. Faldo tak bicara Presiden akan menerimanya dengan cara dan dengan kapasitas itu.”Berarti, benar dong Presiden hanya diminta bersih-bersih hajatan yang tak pernah dimulainya?” “Makin ngawur ini. Saya minta tak perlu membawa-bawa nama Presiden,” kata Prasetio Ketua DPRD DKI dalam keterangannya, Kamis (25/11/2021). Lebih jauh, Politikus PDIP itu justru menekankan bahwa dirinya tetap mendukung KPK menuntaskan penyelidikan penyelenggaraan Formula E. Dia meyakini KPK pasti memiliki bukti permulaan yang kuat sehingga laporan terkait Formula E diproses.

“Karena sudah ratusan miliar uang rakyat yang sudah disetorkan ini. BPK pun menyatakan itu menjadi temuan. Jadi saya kira harus objektiflah dalam persoalan ini,” ungkapnya.Itu pun terlihat telah sejalan dengan maksud dari usulan hak interpelasi yang diajukan oleh 33 anggota DPRD DKI Jakarta.”Dengan proses penyelidikan yang masih terus didalami KPK terhadap penyelenggaraan Formula E ini menguatkan bahwa niat kami di DPRD menggulirkan hak interpelasi sungguh-sungguh untuk kepentingan publik. Bukan kepentingan politik,” tegasnya. Dengan Ketua DPRD DKI turut memberi komentar, ini jelas sudah bukan isu yang beredar demi ramai pembicaraan masyarakat terkait coba-coba panitia Formula E. Ini seperti moment pembuka untuk maksud tertentu.”Tapi kenapa Bambang Soesatyo seolah turut memberi angin?”Bukankah Anis adalah jagoan pak JK pada Pilgub dan pak JK adalah mantan Ketua Umum Golkar?

Di sisi lain, bukankah Golkar bukan pihak yang senang dengan interpelasi? Pun dengan Bambang Soesatyo yang berasal dari Golkar. Meski komentar dia seolah adalah sebagai Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia, politisi adalah politisi. Dia membawa beban kebijakan partai. Tersurat maupun tersirat. Selalu ada benang merah menyembul keluar.”Bukankah Gubernur sudah menyangkal berita itu?”Itulah pak Jokowi. Dia tahu persis bagaimana memainkan emosi orang. Pak Jokowi meminta Faldo yang bicara. Faldo adalah teman satu tim dengan seluruh relawan Anis dalam satu barisan pendukung Prabowo saat Pilpres 2019. Ya, pak Jokowi hanya perlu wajah Faldo muncul untuk memancing pitam Gubernur. Dalam ketidak nyamanannya, Gubernur memang harus buru-buru klarifikasi sebelum semuanya menjadi semakin blunder.

“Jadi, batal dong acaranya?”Mbuh…lha Bandung Bondowoso yang sanggup bangun Prambanan dalam 1 malam saja sudah nyerah, masa sih kita merasa lebih sakti darinya dengan berani memastikan apakah event itu jalan atau tidak?Kita tunggu saja. Apakah KPK yang akan lebih cepat bergerak atau sirkuitnya yang tiba-tiba langsung jadi. Yang jelas, suasana balai kota kini terasa lebih panas dibandingkan dengan mobil formulanya yang memang tanpa mesin. Gubernur Anis dikabarkan meminta Bambang Soesatyo untuk klarifikasi pernyataannya. ..RAHAYU.

Sumber : Status Facebook Karto Bugel

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed