Balada Capres dan Hutang Negara

ilustrasi

Oleh : Deny Surya

Ada seorang Capres yang selalu teriak-teriak Indonesia banyak hutang. Dia dia juga teriak kencang sampai sakit flu berat sehingga ada alasan untuk tidak sholat Jum'at, bahwa kalau dia jadi Presiden dia tidak akan menambah hutang negara.... pruuuuttt.

Orang itu jago bohong dan manipulator tingkat wahid. Dia juga suka berhalusinasi. Sama dengan tahun 1997/98 saat dia berhalusinasi bahwa ada sekelompok aktivis pergerakan mahasiswa dan beberapa orang punya agenda yang akan membahayakan negara. Makanya dia langsung perintahkan anak buahnya di Kopassus untuk melakukan penculikan para aktivis tersebut dan sebagian dibunuh. Atas halusinasinya itu membuat dia dipecat dari dinas kemiliteran TNI. Paham Pretto & Pretty ?

Sama juga saat dia bilang di Klaten banjir beras impor padahal kenyataannya tidak ada sama sekali. Orang ini mungkin sering salah makan obat dan minus narasi. Dia juga dengan enteng tanpa merasa berdosa mengatakan bahwa selang hemodialisa di RSCM dipakai berkali-kali sampai 40 kali karena minimnya anggaran. Ujaran penuh dusta dan tidak bermutu ini memang dia sengaja hamburkan untuk mencuci otak para pendukungnya yang kebetulan tingkat narasinya rendah sehingga nalar dan akal sehatnya tidak jalan.

CAPRES satu ini sangat berbahaya. Ujarannya yang tidak pernah berbasis data sering dengan sengaja dia lemparkan ke publik untuk mendistorsi informasi. Negara bubar, negara punah, negara bangkrut dan ribuan kata-kata pesimisme lainnya adalah menu yang setiap hari disiapkan staffnya untuk diudarakan ke langit kebohongan.

Apa yang dia lakukan adalah realisasi dan manifestasi dari strategi perang yang benar-benar dia yakini : 
"Rampoklah Rumah Tetanggamu yang Sedang Kebakaran".

"Lalu bagaimana kalau rumah tetangga tidak terbakar dan aman-aman saja, Boss ?"

"Ya bakar aja dan buat tidak aman".

Strategi ini yang dia sedang lakukan, dia bakar kecemasan sosial masyarakat dan dia takut- takuti rakyat bahwa negara ini dalam kondisi darurat segalanya termasuk darurat hutang negara. Makanya harus diselamatkan. Lalu dia akan datang seolah-olah sebagai penyelamat tapi diam-diam akan merampok kekuasaan dan kekayaan negara.

Hellooooo........
Strategi kuno yang sudah kebaca Pak Ekooo !!

Jadi jangan omong lagi tentang negara darurat hutang ya Mas Bro. Negara ini aman-aman saja. Rasio hutang kita hanya 27,90% artinya jauh dari hal-hal yang perlu dikhawatirkan. Mungkin yang perlu dikhawatirkan hutangmu lho Mas Bro. Kekayaanmu hanya sekitar Rp 1,7 triliun tapi hutangmu sekitar Rp 6,7 triliun.

Waduuuh rasionya kok mengerikan begitu ya? Bagaimana caranya membayar hutang itu, masak harus membakar rumah tetangga sih ?

Salam SATU Indonesia,

Sumber : Postingan Deny Surya pada group NKRI

Monday, February 4, 2019 - 13:00
Kategori Rubrik: