Balada AMien Rais Si Kartu Mati

 

Oleh : Rudi S Kamri

Hari ini entah mengapa tiba-tiba saya kangen Amien Rais. Tenggelam dimana orang tua itu ? Apakah masih punya keberanian muncul di depan publik, pada saat terbukti semua yang diobralkan selama ini ternyata hanya bualan semu semata ?

"Tuhan malu kalau tidak memenangkan Prabowo !", ujarnya berapi-api waktu itu. Tapi apa yang terjadi ? Tuhan justru mempermalu- kan dia untuk kesekian kalinya. Amien Rais mungkin tertakdir menjadi orang yang kalah. Mencalonkan diri jadi presiden tahun 2004 keok di putaran awal. Mendukung Prabowo mulai tahun 2009, 2014 dan 2019 kalah juga. 

 

Jadi dapat dijadikan acuan dalam kontestasi pejabat publik di negeri ini, jangan pilih calon yang dijagokan Amien Rais, karena siapapun yang didukungnya pasti kalah. Ini fakta sejarah.

Tapi Amien Rais beruntung aparat kepolisian negara ini masih punya rasa kasihan sama dia. Seharusnya dia yang dicokok duluan karena dialah orang pertama yang punya usulan "people power" yang memprovokasi terjadinya kerusuhan yang memakan korban jiwa pada 22-23 Mei 2019. Dia juga yang telah menuduh Polisi PKI dan menuduh Polisi menembak para perusuh pada kerusuhan dengan peluru tajam. Dan ternyata tuduhannya tidak terbukti alias palsu. Tapi dia masih bebas melenggang.
Mengapa provokator sejahat itu masih juga belum ditangkap, wahai Pak Polisi ? 

Amien Rais adalah contoh politisi gagal secara sempurna. Partai Amanat Nasional yang dia dirikan juga tidak kunjung dapat suara 2 digit dalam setiap Pemilu. Yang ada malah wabah nepotisme yang merajalela di partai itu. Ketua Umumnya sekarang sang besan. Semua anak Amien Rais mendapat posisi strategis di kepengurusan partai. Bagaimana mungkin dengan model seperti itu suatu partai dapat berjalan dengan semestinya ? Partai Amat Ngenes sekali.

Dan yang mengenaskan, pasca Pilpres 2019, para elite partai PAN mulai terpecah belah. Ada yang mau gabung dengan koalisi pendukung Jokowi ada yang sok gengsi pingin tetap di luar Pemerintahan. Masih bingung dan masih akan seru.

Lalu kemana Amien Rais ? 

Sebelum diberi kartu hitam sama Tuhan saya masih berharap orang tua itu insyaf dan mengakui segala kesalahannya. Kalau dia tetap "kekeuh kumekeh" merasa benar ya tidak apa-apa. Karena bagi saya Amien Rais sudah habis. Dia tidak lagi menjadi faktor yang perlu diperhitungkan lagi di negeri ini. 

Mbah Amien, mbah Amien,
Bagaimana rasanya menjadi kartu mati ya ? Masih adakah yang mempercayai bualanmu ? Tapi hukum tabur tuai di dunia selalu berjalan. Jokowi yang selalu engkau hina dan engkau nistakan, ternyata justru ditinggikan derajat dan martabatnya oleh Allah menjadi pemimpin negeri ini selama 10 tahun. Dielu-elukan oleh dunia sebagai pemimpin yang paling populer.

Dan engkau ?...... You are nothing !!!

Salam SATU Indonesia
03072019

Pesan buat anakku :
Jangan suka geregetan dan menyimpan dendam ya nak. Dendam itu berat, engkau tak kan kuat...biar bapakmu saja.

(Sumber: Facebook Rudi S Kamri)

Wednesday, July 3, 2019 - 22:30
Kategori Rubrik: